Liputan6.com, Jayapura: Suasana di Kampung Yoka, Jayapura, Papua, Jumat (19/11) siang tampak mencekam. Sedianya sehari-hari ramai dengan berbagai aktivitas, kini dua hari pascabentrokan antar Suku Wamena dan Yoka tampak sepi. Sebagian warga mengungsi. Warga Kampung Yoka takut kembali ke rumah karena khawatir serangan susulan.
Mayoritas tersisa di Kampung Yoka adalah para lelaki. Mereka menjaga kampung berbekal senjata tradisional seperti parang, panah, dan senapan angin. Sementara sebuah mobil Baracuda dan Water Canon Kepolisian Daerah Papua disiagakan di Kampung Yoka mengantisipasi bentrokan.
Secara keseluruhan aktivitas warga masih lumpuh baik di pemerintahan, bidang pendidikan dan kesehatan.
Rabu pagi, Kampung Yoka yang dihuni mayoritas warga suku Yoka diserang warga Suku Wamena. Tak ada korban jiwa. Namun puluhan rumah dan kendaraan rusak terbakar.
Konflik dipicu permasalahan sepele, yakni pembuatan lagu nada dering atau ringtone telepon seluler oleh warga Suku Yoka yang dinilai mengganggu kehormatan dan martabat Suku Wamena.(AIS)
Mayoritas tersisa di Kampung Yoka adalah para lelaki. Mereka menjaga kampung berbekal senjata tradisional seperti parang, panah, dan senapan angin. Sementara sebuah mobil Baracuda dan Water Canon Kepolisian Daerah Papua disiagakan di Kampung Yoka mengantisipasi bentrokan.
Secara keseluruhan aktivitas warga masih lumpuh baik di pemerintahan, bidang pendidikan dan kesehatan.
Rabu pagi, Kampung Yoka yang dihuni mayoritas warga suku Yoka diserang warga Suku Wamena. Tak ada korban jiwa. Namun puluhan rumah dan kendaraan rusak terbakar.
Konflik dipicu permasalahan sepele, yakni pembuatan lagu nada dering atau ringtone telepon seluler oleh warga Suku Yoka yang dinilai mengganggu kehormatan dan martabat Suku Wamena.(AIS)