Liputan6.com, Mentawai: Pasukan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan 2 Padang TNI Angkatan Laut, baru-baru ini, menggunakan cara baru untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Puluhan bahkan ratusan ton bahan makanan seperti beras, mi instan, air mineral, susu, dan biskuit dibawa ke lokasi bencana menggunakan kapal layar mesin (KLM) Nade.
Kapal yang berbobot 200 ton lebih ini kemudian melemparkan jangkar sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Dari lokasi tersebut, pasukan Marinir mengantarkan bantuan tersebut ke dusun-dusun yang dilanda tsunami dengan menggunakan perahu karet.
Pola seperti ini dianggap cukup efisien dan efektif. Sekali berlayar dengan rentang waktu dua hari, KLM Nade dan pasukan Marinir dapat mendistribusikan bantuan untuk 11 desa dan lebih dari 30 dusun. Kini, sekalipun cuaca ekstrem serta gelombang yang tinggi, para korban yang terletak di pesisir pantai barat Pulau Pagai Utara tak perlu khawatir lagi akan kekurangan bahan makanan.(MRQ/ANS)
Kapal yang berbobot 200 ton lebih ini kemudian melemparkan jangkar sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Dari lokasi tersebut, pasukan Marinir mengantarkan bantuan tersebut ke dusun-dusun yang dilanda tsunami dengan menggunakan perahu karet.
Pola seperti ini dianggap cukup efisien dan efektif. Sekali berlayar dengan rentang waktu dua hari, KLM Nade dan pasukan Marinir dapat mendistribusikan bantuan untuk 11 desa dan lebih dari 30 dusun. Kini, sekalipun cuaca ekstrem serta gelombang yang tinggi, para korban yang terletak di pesisir pantai barat Pulau Pagai Utara tak perlu khawatir lagi akan kekurangan bahan makanan.(MRQ/ANS)