Pertamina Pasok Gas untuk Pembangkit Listrik PLN di Gresik

Pertamina akan memasok gas bumi dari Jambaran Tiung Biru kepada PLN untuk pembangkit listrik wilayah Gresik.

oleh Septian Deny diperbarui 08 Agu 2017, 16:43 WIB
Mobil pengisi bahan bakar minyak (BBM) memasuki Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (1/11). Meski ada aksi mogok kerja Awak Mobil Tangki (AMT), di lokasi masih ada mobil-mobil tangki milik Pertamina yang beroperasi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina akan memasok gas bumi dari Jambaran Tiung Biru (JTB) kepada PLN untuk pembangkit listrik wilayah Gresik. Hal ini juga merupakan hasil dari pengambilalihan pengelolaan lapangan gas JTB dari Exxon ke Pertamina EP Cepu (PEPC).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, pada tahun ini pemerintah memang terus mengawal proyek JTB agar segera bisa dieksekusi. Hasilnya, ada sejumlah keputusan penting dicapai terkait dengan lapangan gas ini.

Keputusan penting tersebut antara lain, pertama, relokasi gas JTB ke Pertamina melalui Surat Menteri ESDM Nomor 538/13/MEM.M/2017 tanggal 11 Januari 2017. Kedua, penetapan harga gas JTB ke PLN Wilayah Gresik sebesar US$ 7,6 per MMBTU flat sepanjang kontrak, melalui Surat Menteri ESDM Nomor 5939/12/MEM.M/2017 tanggal 1 Agustus 2017.

Ketiga, perubahan split kontrak bagi hasil Pertamina EP Cepu proyek JTB, melalui Surat Menteri Surat Menteri ESDM Nomor 5953/12/MEM.M/2017 tanggal 1 Agustus 2017. Keempat, alih kelola lapangan dari Exxon Cepu oleh Pertamina EP Cepu sehingga Pertamina menguasai 90 persen participating interest dan 10 persen selebihnya akan dikuasai Daerah.

‎"Bahkan kami juga melakukan efisiensi capex atau biaya investasi dari US$ 2,1 miliar menjadi US$ 1,5 miliar. Ini capaian besar," ujar dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Lapangan Jambaran Tiung Biru mampu memproduksikan gas sebesar 330 MMSCFD dengan penjualan sebesar 172 MMSCFD selama 16 tahun. Dari jumlah tersebut, 100 MMSCFD akan disalurkan ke PLN Wilayah Gresik dengan harga US$ 7,6 per MMBTU. Sedangkan sisanya 72 MMSCFD akan disalurkan untuk industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Proyek ini termasuk dalam proyek strategis yang dicanangkan pemerintah. Kira-kira nanti gasnya berjumlah 170 MMSCFD. Akhirnya harganya sepakat dengan PLN flat sepanjang tahun sampai kontrak berakhir itu US$ 7,6 sen per MMBTU flat 30 tahun. Dengan US$ 7,6 atleast BPP tidak naik," jelas Arcandra.

Sementara itu, Direktur Gas dan Energi Terbarukan PT Pertamina Yenni Andayani mengatakan,‎ gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru nantinya juga akan terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km dengan diameter 28 inch. Pipa Gresik-Semarang dengan investasi sekitar US$ 515 juta direncanakan selesai pada 2018.

"Pipa diharapkan 2018 pertengahan pipa sudah jadi, apalagi JTB yang akan masuknya belakangan. Tapi kami tidak akan menunda," tandas Yenni.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya