Kibarkan Bendera Palestina, Sriwijaya FC Didenda Rp 30 Juta

Suporter Sriwijaya FC bingung dengan sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI.

oleh Liputan6.com diperbarui 06 Agu 2017, 14:30 WIB
Suporter Sriwijaya FC mengibarkan bendera Palestina dalam laga kontra Persipura Jayapura di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 30 Juli 2017. (Liputan6.com/Indra Pratesta)

Liputan6.com, Palembang - Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada manajemen Sriwijaya FC. Sanksi ini diberikan karena suporter tim berjuluk Laskar Wong Kito itu terbukti memasang spanduk bermotif politik saat menjamu Persipura Jayapura dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 30 Juli 2017.

Dalam laga tersebut, fans Sriwijaya FC menggelar aksi solidaritas dengan mengibarkan bendera Palestina. Bahkan dari tribun utara, terlihat jelas koreo bendera Indonesia berdampingan dengan bendera Palestina yang dikibarkan suporter Singa Mania. Akibatnya, manajemen didenda sebesar Rp 30 juta dan wajib dibayar dua minggu ke depan.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid mengaku sudah secara resmi menerima surat terkait sanksi ini. "Surat tersebut kita terima Sabtu (5/8/2017) dan sudah kita tembuskan kepada seluruh suporter Sriwijaya FC agar dapat menjadi pembelajaran bersama ke depannya," ujar Faisal kepada Liputan6.com, Sabtu (5/8/2017).

Sementara itu, kelompok suporter Singa Mania mengaku bingung dengan kebijakan ini. "Karena ada di beberapa kota lain dan tidak mendapat denda. Kemarin pun aksi kami tak ada kaitannya dengan politik dan sesuai dengan prinsip bangsa Indonesia. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus segera dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," kata ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko Neori sembari mengutip kalimat dari Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia.

Selain itu, dirinya juga menolak anggapan bahwa aksi suporter Sriwijaya FC ada kaitannya dengan dukungan terhadap satu kelompok tertentu. "Masalah Palestina bukan soal agama. Namun, kalaupun harus dikaitkan, bukankah penindasan kepada sesama manusia tetap tidak dibenarkan oleh semua agama mana pun? Tapi, yang kami bingung, gara-gara aksi solidaritas kami yang dengan tertib kami lakukan, justru berbuah sanksi," pungkasnya. [Indra Pratesta]

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya