Gerindra: Victor Laiskodat Belum Minta Maaf

Gerindra minta Viktor Laiskodat minta maaf terkait pernyataannya di Kupang, NTT.

oleh Hanz Jimenez Salim diperbarui 05 Agu 2017, 16:27 WIB
Viktor Laiskodat

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono berharap, Ketua Fraksi Partai Nasdem Viktor Laiskodat segera menyampaikan permohonan maaf terkait pidatonya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Menurut saya sampai saat ini belum dari yang bersangkutan. Harapan saya sih, sebenarnya dari sahabat saya Viktor Laiskodat menyampaikan permohonan maaf," kata Ferry di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017).

Sebaiknya, sambung Ferry, Partai Nasdem bisa mengambil sikap tegas terkait pernyataan Viktor yang menuding empat partai politik mendukung khilafah. Sebab, ia khawatir pernyataan Viktor ini malah menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Harusnya bukan malah dibela karena ini yang saya takutkan. Sudah salah tapi dibela akhirnya akan menimbulkan demonstrasi besar-besaran," ucap Ferry.

Diberitakan sebelumnya, saat berpidato di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa 1 Agustus 2017, Ketua Fraksi Nasdem di DPR Viktor Laiskodat mengajak hadirin untuk tak memilih calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai ekstremisme dan pro-khilafah, yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, partai nomor empat namanya PAN," kata dia.

Viktor melanjutkan, jika khilafah berdiri, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan ada lagi. Bahkan, semua orang Indonesia akan diwajibkan melaksanakan salat dan gereja tidak boleh lagi berdiri.

Sampai berita ini diturunkan, Viktor belum bisa dihubungi. Panggilan ke telepon genggamnya tidak diangkat.

Namun, menurut orang yang mengaku sekretaris Viktor , politikus Nasdem itu saat ini tidak bisa bicara karena masih berada di dapilnya.

"Pak Viktornya masih di dapil. Ini di sini sinyalnya susah. Tapi intinya gini, itu video sudah dipotong-potong, nanti bapak (Viktor) akan kasih klarifikasinya," ujar sang sekretaris tersebut kepada Liputan6.com.

Saksikan video di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya