Liputan6.com, Jakarta Madura United telah menyelesaikan seluruh laga pada putaran pertama Liga 1. Laskar Sape Kerrab keluar sebagai juara paruh musim usai mengemas 32 poin dari 17 laga.
Menyisakan satu laga, Bali United masih berpeluang menyamai poin MU. Namun, unggul head to head membuat MU tidak tergusur meski Bali United berhasil merebut tiga poin di laga terakhir. MU tetap memimpin karena sebelumnya menang 2-0 atas Bali United.
Advertisement
Madura United sejak awal kompetisi sebenarnya tidak pernah jauh-jauh dari puncak klasemen Liga 1. Namun MU mendapat perlawanan dari PSM Makassar yang juga tampil memukau musim ini. Kedua tim ini pun silih berganti menguasai papan atas klasemen.
Hingga pekan ke-14, PSM sebenarnya masih menguasai puncak klasemen dengan koleksi 27 poin. Sedangkan Laskar Sape Kerrab menguntit dengan selisih dua poin.
Sayang, penampilan Juku Eja justru melorot di akhir putaran pertama. Dari tiga laga yang tersisa, PSM hanya mampu merebut 1 poin. Sebaliknya, Madura United berhasil menambah 7 poin lewat dua kemenangan dan satu hasil imbang di tiga laga terakhir.
Seperti dilansir situs resmi Liga 1, Madura United hanya mengalami tiga kekalahan di putaran pertama. Dan seluruhnya terjadi ke markas lawan. Masing-masing saat menyambangi markas Persela (0-2), Borneo FC (0-3), dan Bhayangkara FC (1-2).
"Silakan nikmati dulu euforia sebagai juara paruh musim," kata Presiden Madura United, Achsanul Qosasi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (31/7/2017).
"Tetapi jangan sampai berlarut-larut, karena kompetisi masih akan berlanjut dan Madura United butuh pengawalan hingga akhir musim," katanya menambahkan.
MU terbilang baru di kompetisi tertinggi Tanah Air. Berawal dari akusisi kepemilikan klub Liga Super Indonesia (ISL), Pelita Bandung Raya (PBR), MU mulai tampil pada Torabika Soccer Championships (TSC) 2016 lalu. Turnamen ini sengaja digelar untuk mengisi kekosongan liga akibat konflik PSSI dan pemerintah yang berujung pada sanksi FIFA.