Tragis Nasib Siswa SMA Ini, Sudah Pingsan Tertimpa Tenda

Siswa SMA 30 Garut belajar di bawah tenda darurat selama empat bulan.

oleh Edmiraldo Siregar diperbarui 26 Jul 2017, 17:00 WIB
Tiga siswa SMA 30 Garut yang pingsan baru dua minggu masuk sekolah. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Jakarta Setiap sekolah hendaknya dilengkapi dengan ruang kelas yang nyaman. Selain bersih, kelas juga harus punya bangunan yang kokoh dan dilengkapi atap. Dengan begitu, proses belajar-mengajar bisa berjalan lancar.

Ketika hujan, badai, ataupun panas terik melanda, proses belajar tidak akan terganggu. Ruangan kelas yang kuat dan nyaman akan melindungi para siswa.

Namun, belum semua sekolah di Indonesia memenuhi kriteria itu. Salah satunya, SMA 30 Garut. Sudah empat bulan, siswa-siswa di sana harus belajar di bawah lindungan tenda darurat.

Sayang, tenda darurat itu tidak mampu melindungi siswa dari panasnya sinar matahari. Beberapa hari lalu, lima siswa pingsan karena tak kuat menahan panas.

Bahkan, tenda darurat itu pun sempat ambruk menimpa siswa yang tengah belajar. Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian, Selasa 25 Juli 2017 itu.

Deni Sahay, salah satu guru SMAN 30 Garut, mengatakan, kejadian ambruknya satu tenda darurat itu berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB tadi. Akibat kejadian itu, puluhan siswa dan guru yang berada di dalam tenda langsung berhamburan keluar.

"Tidak ada korban, tapi beberapa siswa sempat terkena tiang tenda," ujarnya kepada Liputan6.com.

Menurut Deni, ambruknya tenda darurat itu diduga karena beberapa tiang tenda patah dan tak kuat menahan beban. Apalagi, tenda sudah digunakan selama empat bulan tanpa diganti.

"Tendanya belum dipasang karena takut ambruk lagi. Kami masih koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat untuk perbaikan tiang tenda yang patah," ujar Deni.

Untuk melanjutkan proses belajar-mengajar siswa, lanjut dia, sekolah akhirnya memilih menempatkan para siswanya belajar di halaman sekolah dengan kondisi seadanya. "Semoga segera ada perhatian," kata dia.

Sebelumnya, ratusan siswa SMAN 30 Garut melancarkan aksi demo kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera membangun tiga ruang kelas baru yang sudah empat bulan rusak akibat sapuan puting beliung. Namun, hingga kini belum ada perbaikan.

Semoga derita para siswa ini cepat berakhir.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya