Liputan6.com, Milan - AC Milan membuat revolusi besar-besaran jelang musim 2017/2018. Tak hanya untuk musim ini, perombakan besar-besaran tampaknya dilakukan untuk jangka panjang.
Sejauh ini, sembilan pemain sudah resmi didatangkan. Mereka adalah Mateo Musacchio, Franck Kessie, Ricardo Rodriguez, Andre Silva, Fabio Borini, Hakan Calhanoglu, Andea Conti, Lucas Biglia, dan terakhir, Leonardo Bonucci.
Perekrutan Bonucci dari Juventus adalah yang paling mengejutkan. Bek berusia 30 tahun itu juga sekaligus menjadi pembelian termahal Milan di bursa transfer musim panas ini, yakni 42 juta euro.
Harganya melampaui nilai transfer penyerang Andre Silva (20 tahun), yang dibeli dari FC Porto seharga 38 juta euro. Publik sepak bola, sangat menantikan bagaimana permainan AC Milan dengan kedatangan para pemain anyar tersebut.
Mereka perlu membuktikan diri bahwa mereka layak menjadi bagian dari skuat I Rossoneri. Bukan hanya sebagai pelengkap, tapi mereka dituntut mampu mengembalikan martabat Milan sebagai tim raksasa di Italia dan Eropa.
Untuk menjadi pemain penting bagi AC Milan, ada beberapa nama yang dapat dijadikan sebagai teladan oleh para pemain baru tersebut. Para teladan itu pernah sukses selama berseragam I Rossoneri.
Tak hanya berprestasi secara pribadi, kontribusi mereka juga mengantarkan AC Milan meraih banyak gelar, baik domestik maupun Eropa dan dunia. Siapa saja mereka? Liputan6.com merangkum tiga diantaranya.
Advertisement
Saksikan video menarik berikut ini:
1. Andriy Shevchenko
Andriy Shevchenko pernah tujuh tahun membela AC Milan, yakni di tahun 1999 hingga 2006. Selama masa itu, mantan striker timnas Ukraina itu menjadi striker paling ditakuti di Serie A dan di kompetisi Eropa.
Di Serie A saja, ia sukses membukukan 127 gol dari 226 pertandingan. Pemain yang sewaktu di Milan bernomor punggung 7 ini mampu mencetak gol dengan kaki kanan, kaki kiri, maupun kepala.
Untuk prestasi pribadi, Shevchenko sukses meraih trofi Ballon d'Or pada tahun 2004. Sedangkan untuk klub, ia mempersembahkan satu gelar Serie A (2003–04), satu Coppa Italia (2003), satu Piala Supercoppa Italiana (2004), satu gelar Liga Champions (2003), dan satu Piala Super UEFA (2003).
Tak ayal, pria yang kini berusia 40 tahun itu menjadi salah satu legenda AC Milan yang paling dikenang jasanya.