Sri Mulyani Ungkap Kondisi Utang RI dalam 6 Bulan, Ini Rinciannya

Pemerintah masih mampu menjaga rasio utangterhadap PDB di level aman sepanjang Januari-Juni 2017.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 13 Jul 2017, 20:47 WIB
Menkeu Sri Mulyani menegaskan, pemerintah masih mampu menjaga rasio utangterhadap PDB di level aman sepanjang Januari-Juni 2017.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pemerintah masih mampu menjaga rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di level aman sepanjang Januari-Juni 2017. Upaya ini sejalan dengan realisasi defisit anggaran maupun defisit keseimbangan primer yang semakin mengecil dibanding periode sama 2016.

"Pemerintah tetap menjaga utang secara hati-hati," kata Sri Mulyani saat Raker Laporan Realisasi APBN Semester I-2017 dengan Banggar DPR di Gedung DPR, Jakarta, Kamis malam (13/7/2017).

Pada semester I ini, Sri Mulyani menjelaskan, keseimbangan primer di APBN mengecil, yakni defisit Rp 68,2 triliun. Capaian tersebut turun separuhnya dibanding defisit keseimbangan primer pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 143,4 triliun.

"Kondisi ini menunjukkan kami memperbaiki APBN tanpa membebani ekonomi. Arahnya telah benar dan akan terus kami jaga," tegas Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sementara realisasi defisit anggaran di APBN semester I-2017, diakui Sri Mulyani sebesar 1,29 persen terhadap PDB. Jumlah ini lebih kecil dibanding semester I-2016 yang realisasinya 1,82 persen dari PDB.

"Hal ini sejalan dengan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Netto untuk semester I ini justru mengalami pertumbuhan negatif 23,3 persen. SBN yang diterbitkan pemerintah ini lebih kecil dibanding periode yang sama 2016 yang tumbuh positif 34 persen," terang Sri Mulyani.

Sri Mulyani menargetkan defisit anggaran sampai akhir tahun akan berada di level 2,67 persen terhadap PDB. Sedangkan defisit keseimbangan primer diperkirakan mencapai Rp 144,3 triliun hingga akhir 2017.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya