Mendagri: Antisipasi Teror, Tingkatkan Waspada Mulai dari RT

Dua anggota Brimob diserang orang tak dikenal dengan menggunakan pisau sangkur di Masjid Falatehan, dekat Mabes Polri.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 03 Jul 2017, 18:31 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta kepada semua pihak cermat melihat perkembangan teroris di Tanah Air. Sebab, pelaku teror kini sulit untuk dilihat.

"Ancaman yang muncul sudah tidak bisa kita deteksi dengan baik. Siapa kawan dan lawan sulit dilihat dengan jelas. Apakah ini kawan yang senyum ke kita atau senyum lalu mengancam kita. Bayangkan, salat di masjid saja, tidak tahu ada orang mengancam kita," ucap Tjahjo di kantornya, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Karena itu, dia meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan siapa pun juga. Salah satunya, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masyarakat, seperti di tingkat RT dan RW.

"Kalau ada yang menginap lapor. Ini yang sudah mulai memudar," kata Tjahjo.

Aksi teroris dengan target anggota polisi terjadi belakangan ini. Dua anggota Brimob diserang orang tak dikenal dengan menggunakan sangkur di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 30 Juni 2017.

Akibat serangan tersebut, dua anggota Brimob mengalami luka serius. Mereka dirawat di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).

Penyerangan juga menimpa polisi yang bertugas di Polda Sumatera Utara. Dalam peristiwa tersebut, anggota Polri, yaitu Aiptu Martua Sigalingging yang sedang berjaga di pos penjagaan Polda Sumut meninggal.

 

 

 

 

 

 

Saksikan video di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya