Cerita Kapolda Metro Tolak Jabatan demi Bangun Masjid

Kepada anggota, dia lalu berjanji merenovasi untuk menjadikan sebuah masjid megah.

oleh Ady Anugrahadi diperbarui 24 Jun 2017, 17:25 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memberi pengarahan kepada personil gabungan TNI/Polri yang mengamankan aksi 212 di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa (21/2). Sekitar 32.300 personel dikerahkan dalam pengamanan Jakarta hari ini (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Depok - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan pernah merelakan jabatan Kapolres Klaten diambil orang lain, karena keinginannya menyelesaikan pembangunan masjid.

Kisah itu dialaminya, saat mengemban tugas sebagai Kapolres Tegal. Iriawan melihat sebuah musala di kantornya yang kurang layak untuk dipakai beribadah.

Kepada anggota, dia lalu berjanji merenovasi untuk menjadikan sebuah masjid megah.

"Niat saya sampaikan pada saat apel di depan pasukan. Saya minta doa kepada pasukan bahwa hendak membangun mesjid di Tegal," tutur Iriawan di Polresta Depok, Jumat malam (23/7/2017).

Seiring berjalan waktu, pembangunan pun berjalan dengan lancar. Sampai pada tahap finishing, Iriawan mendapatkan tawaran yang menggiurkan.

Oleh Kapolda Jateng, dia ditawarkan sebagai Kapolres Klaten. Hebatnya, jabatan itu ditolaknya dengan alasan pembangunan mesjid yang belum rampung.

"Saya dipanggil Kapolda. Dia bilang, Wan kamu mau saya pindahkan ke Klaten. Di situ saya bilang biarkan pak (Kapolda Jateng), kasih orang lain saja (Jabatan Kapolres Klaten)," ucap dia.

Kapolda Jawa Tengah sempat kaget mendengar penolakan tersebut. Akan tetapi, dia merasakan keajaiban dari Yang Maha Kuasa atas keputusannya tersebut.

Tidak lama setelah mesjid diresmikan. Dia perintahkan mengisi jabatan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya.

"Allah SWT mendengar perkataan saya. Saya dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dari sebelumnya," kisah Iriawan.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya