Warga Betawi dan Madura Nyaris Bentrok

Keributan antaretnis Betawi dan Madura nyaris terjadi di Ujung Menteng, Jaktim. Kerusuhan dipicu kegiatan "polisi cepek" yang saling berebut lahan.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Februari 2002, 20:33 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bentrokan antaretnis nyaris terjadi antara warga Madura dan warga Betawi, yang tinggal di Kelurahan Ujung Menteng, Jakarta Timur, Rabu (27/2) malam. Untungnya, kepolisian setempat dengan cepat bisa mengantisipasi keributan yang diduga karena sengketa lahan "polisi cepek" atau "pak ogah" itu. Kendati begitu, Saadi, seorang warga Madura, terluka akibat dikeroyok massa.

Menurut keterangan sejumlah warga, keributan berawal pada Sabtu malam pekan silam, yang kemudian berlanjut pada Selasa (26/2) malam. Saat itu, keributan dipicu dengan rumor yang menyebutkan Kelompok Madura yang tinggal di Rukun Warga 05, akan menyerang ke pemukiman warga Betawi di RW 02 dan 03.

Menurut Harimin, sesepuh warga Madura, keributan pada Selasa malam itu, tak menimbulkan korban jiwa. Sebab satu peleton polisi dari Kepolisian Sektor Metro Cakung, Jaktim, segera mengamankan lokasi. Selain itu, kedua pihak yang bertikai juga telah bersepakat untuk berdamai.

Namun sehari sesudahnya, sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba tiga orang pemuda tanggung asal Madura, memaksa memasuki wilayah pemukiman Betawi di Jalan Kelapa Satu. Ketiga pemuda itu kontan dihadang oleh pemuda Betawi. Merasa mendapat perlawanan, dua orang melarikan diri. Sedangkan Saadi (25), tak sempat kabur dan langsung dikeroyok warga.

Menurut Ahmad Mursadi, ketua RW 02 Ujung Menteng, keributan lebih lanjut berhasil dicegah karena polisi segera tiba di lokasi. Akhirnya tadi malam, kedua kelompok untuk kali kedua melakukan perjanjian damai. Namun, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, Dewan Kelurahan bersama warga melakukan patroli.(DEN/Andre Bangsawan dan Sudjarwadi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya