Bumi Resources Rilis Nota Penawaran Penukaran Utang ke Kreditur

Penukaran utang PT Bumi Resources Tbk dilakukan berdasarkan syarat dan ketentuan yang terdapat dalam Nota Penukaran.

oleh Agustina Melani diperbarui 10 Jun 2017, 11:30 WIB
Terlihat data pasar modal saat pameran Investor Summit 2015 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (12/11/2015). Investor Summit diselengarakan sebagai upaya agar masyarakat Indonesia paham tentang pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI), perusahaan batu bara memulai penukaran terhadap empat utang eksisting perseroan dengan pinjaman atau efek baru. Oleh karena itu, perseroan menerbitkan nota penawaran penukaran utang kepada kreditur.

Total penukaran utang PT Bumi Resources Tbk mencapai US$ 3,17 miliar. Penukaran utang itu dilakukan berdasarkan syarat dan ketentuan yang terdapat dalam Nota Penukaran (exchange memorandum) yang berlaku sehubungan dengan penawaran itu.

Penukaran utang dilakukan sesuai dengan perintah pengadilan berdasarkan syarat dan ketentuan perjanjian perdamaian. Selain itu tidak ada ajakan untuk untuk membeli atau tawaran untuk menjual efek sesuai dengan masing-masing penukaran tersebut.

Sebelumnya perseroan telah merencanakan perdamaian yang disepakati antara Perseroan dan para kreditur pada 9 November 2016 sesuai dengan ketentuan Undang-Undang (UU) Kepailitan dan di homologasi oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri. Homologasi itu pengesahan hakim atas persetujuan antara debitur dan kreditur konkruen untuk mengakhiri kepailitan.

Pemegang utang eksisting berhak menerima utang dan atau efek baru harus melakukan pemilihan tertentu sehubungan dengan utang dan efek baru yang berhak mereka terima itu. Pemegang diminta menyampaikan surat pemberitahuan memiliki (notice of election) pada 21 Juli 2017, pukul 16.00 waktu London. Kreditur juga mesti menyampaikan notice election dan keputusan harus diterima pada 26 Juli 2017, pukul 16.00 waktu London.

"Bila tidak maka akan kehilangan hak mereka untuk menerima pertimbangan penukaran dan surat utang mereka akan dibatalkan pada tanggal efektif," ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava dalam keterangan tertulis, yang ditulis Sabtu (10/6/2017).

Dalam rangka penukaran utang itu, perseroan akan menerbitkan utang separatis senior baru yang terdiri dari fasilitas tranceh A dan B. Atau surat utang seri A dan B, fasilitas tranche C, obligasi wajib konversi, hak nilai kontingen dan saham biasa dalam perseroan.

Perseroan pun sedang memproses aksi korporasi penawaran umum terbatas atau rights issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan target dana sekitar Rp 26,62 triliun. Selain itu menerbitkan obligasi wajib konversi dengan target dana Rp 8,45 triliun.

Adapun empat kreditur untuk menukarkan utang eksisting kepada PT Bumi Resources Tbk antara lain utang kepada Country Forest Limited (CFL) senilai US$ 1,9 miliar. Perseroan dan Country FOrest Limited menandatangan perjanjian pinjaman pada 18 September 2009. Kemudian utang kepada China Development Bank Corporation senilai US$ 600 juta. Perseroan dan China Development Bank Corporation menandatangani perjanjian pinjaman pada 6 Februari 2012.

Selain itu, pemegang obligasi konversi berjamin senilai US$ 375 juta dengan kupon 9,25 persen. Obligasi ini diterbitkan oleh Enercoal Resources Pte Ltd. Selain itu, pinjaman sindikasi lain dan guaranteed senior secured notes senilai US$ 300 juta dengan kupon 1 persen dan guaranteed senior secured notes senilai US$ 700 juta.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya