Krisis Teluk Tak Berdampak pada Ekonomi Indonesia

Menko Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, hubungan perdagangan Indonesia dan Timur Tengah tidak terlalu besar.

oleh Septian DenyDiterbitkan 06 Juni 2017, 17:33 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution saat menjadi pembicara dalam acara Bincang Ekonomi di Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (2/3). (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemutusan hubungan diplomatik sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dengan Qatar tidak akan berdampak pada Indonesia. Sebab, suhu yang tengah memanas ini hanya antar negara di kawasan tersebut saja.

"Kalau ekonomi kan tapi ekonomi tidak harus. Itu sesama negara Timur Tengah yang sedang hubungannya sedang terganggu. Tentu kalau dibilang tidak banyak dampaknya adalah, urusan pesawat saja pasti akan berpengaruh," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Darmin menuturkan, langkah Arab Saudi, Bahrain, Mesir dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomasi dengan Qatar juga tidak berpengaruh pada harga minyak dunia. Namun hal tersebut perlu dicermati lebih dalam jika hal ini terus berlanjut.

"Itu jangan pernah yakin dulu. Kalau sekarang pun turun tergantung perkembangan nanti bagaimana. Perlu dilihat juga bagaimana dengan Iran sebenarnya. Kalau Qatar agak di ini kemudian Iran. Semua itu nanti baru kami lihat dalam beberapa waktu ke depan. ‎Artinya jangan terlalu cepat disimpulkan karena perkembangannya kami belum tau selanjutnya bagaimana. Lebih baik jangan tarik kesimpulan dulu. Wah, harga minyak akan naik, jangan," ‎jelas dia.

Sementara itu, terkait hubungan dagang antara Indonesia dengan Timur Tengah, Darmin Nasution juga menilai hal tersebut tidak akan berpengaruh besar. Sebab, mitra dagang Indonesia bukan berasal dari kawasan tersebut, tetapi dari kawasan Asia lainnya seperti Jepang, juga dari Amerika Serikat dan Eropa.

‎"Tidak terlalu besar lah. Karena apa, ya kita dalam hubungan ekonomi dan perdagangan kita itu kan adanya di Asia Timur, Asia Selatan, terus China, kemudian Amerika, kemudian Jepang, dan Eropa. Jadi ya memang hubungan ekonominya tidak terlalu besar," ujar dia.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya