Komisi IV Pastikan Distribusi Bawang Merah Aman

Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyatakan distribusi bawang merah di kawasan sentra bawang nasional cukup baik dan ketersedian cukup aman

oleh Reza diperbarui 02 Jun 2017, 14:28 WIB
Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyatakan distribusi bawang merah di kawasan sentra bawang nasional cukup baik dan ketersedian cukup aman

Liputan6.com, Jakarta Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyatakan distribusi bawang merah di kawasan sentra bawang nasional cukup baik dan ketersedian cukup aman hingga jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

“Kami pastikan sampai saat ini harga masih alam kondisi stabil tidak ada kenaikan yang terlalu besar,” katanya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) Bersama Tim Komisi IV Ke Kabupaten Berebes, Jawa Tengah, Selasa, (30/05/2017).

Dalam sidak ke Brebes tersebut, tim didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Berebes Budiarso DH, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia Juwari, dan perwakilan petani.

Pada kesempatan tersebut, Daniel Johan yang juga Wakil Ketua Komisi IV ini, melakukan tanya jawab dengan para petani bawang. Ia menanyakan apakah harga dan pasokan bawang merah cukup ketersediaanya selama bulan Ramadhan dan bagaimana harga di pasaran.

Menjawab pertanyaan tersebut, salah satu wakil petani bawang menyatakan, bahwa harga bawang pada pecan ini berkisar Rp 23000,-/kg. Sampai saat ini belum ada kenaikan yang signifikan.

Selain masalah harga dan distribusi bawang, yang menjadi fokus perhatian Tim Komisi IV di Brebes adalah persoalan pengairan untuk meningkatkan produktivitas bawang yang seharusnya 12 ton per hektar menjadi 7 ton. “Ini sangat disayangkan, karena kurangnya pengairan pada saat lagi musim tanam dan sawah-sawah kekeringan,” terang politisi PKB tersebut.

Karena menurutnya hal ini akan berdampak pada hasil yang tidak baik, sehingga produktivitas dari 7 ton masih kurang 5 ton untuk mencapai target. “Sehingga penjualan akan merugi sangat tinggi per-tonnya. Sebagai contoh harga per Kg bawang merah berkisar Rp 23000 jika dihitung per-ton senilai Rp 23.000.000,- dikalikan 5 maka kerugian akan sangat besar yaitu senilai Rp 115.000.000,-,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Daniel, ke depanya Komisi IV akan mendorong pemerintah pusat agar kebutuhan air melalui bendungan karet bisa diwujudkan," ujarnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Budiarso DH, menjelaskan luas tanah yang di produksi petani sekitar 176 H dari 4 desa. Kabupaten Brebes adalah salah satu strategi sentra bawang nasional yang menjadi pemasok bawang tidak kurang dari 30 persen, dengan luas tanaman satu tahunnya 30 ribu hektar yang tersebar.

“Brebes menghasilkan 350 ribu ton pertahun dengan pola panen satu tahun ada panen raya besar dan panen kecil. Panen raya besar terjadi pada bulan Juli/Agustus, sedangkan panen raya kecil pada bulan Desember/Januari, dengan modal 1 hektarnya Rp 163 juta," ujarnya.

 

 

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya