Liputan6.com, Jakarta: Seorang lagi tersangka perampok Bank CIMB Niaga Medan, Sumatra Utara, ditangkap. Dari tangan Jajang yang diringkus Detasemen Khusus 88 Antiteror disita tiga lembar baju dan empat unit helm. Jajang dicokok Densus 88 Antiteror di Binjai.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Iskandar Hasan mengatakan di Jakarta, Selasa (21/9), barang bukti yang disita digunakan para perampok saat beraksi, Agustus silam. "Barang bukti yang diperoleh dari tersangka ini, sudah cocok dengan gambar yang ada di media dan ditemukan di tempat kejadian," kata Iskandar.
Hingga kini Polri menetapkan 19 tersangka kasus perampokan Bank CIMB Niaga, tiga di antaranya tewas ditembak karena melawan. "Sebanyak 19 tersangka mengakui barang bukti yang digelar baik di Medan maupun di Tanjung Balai, sudah diakui oleh para tersangka," jelas Iskandar.
Peristiwa perampokan itu terjadi pada 18 Agustus 2010 di kantor cabang pembantu Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara Medan. Seorang personel Satuan Brimob Polda Sumut Briptu Immanuel Simanjuntak meninggal. Kelompok perampok yang diperkirakan berjumlah 16 orang juga menembak dua anggota Satpam Bank CIMB Niaga, M Fahmi (28) dan Muchdiantoro (30). Keduanya cedera serius dan dirawat intensif di RSU Permata Bunda dan RS Gleni Medan.
Dalam aksi yang dilakukan dengan menggunakan senjata api dan pistol itu, kawanan perampok berhasil membawa uang Bank CIMB Niaga Medan sekitar Rp 400 juta. Hasil rampokan ini belakangan diketahui untuk mendanai aksi terorisme [baca: Teroris Merampok untuk Danai Aksinya].(Ant)
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Iskandar Hasan mengatakan di Jakarta, Selasa (21/9), barang bukti yang disita digunakan para perampok saat beraksi, Agustus silam. "Barang bukti yang diperoleh dari tersangka ini, sudah cocok dengan gambar yang ada di media dan ditemukan di tempat kejadian," kata Iskandar.
Hingga kini Polri menetapkan 19 tersangka kasus perampokan Bank CIMB Niaga, tiga di antaranya tewas ditembak karena melawan. "Sebanyak 19 tersangka mengakui barang bukti yang digelar baik di Medan maupun di Tanjung Balai, sudah diakui oleh para tersangka," jelas Iskandar.
Peristiwa perampokan itu terjadi pada 18 Agustus 2010 di kantor cabang pembantu Bank CIMB Niaga di Jalan Aksara Medan. Seorang personel Satuan Brimob Polda Sumut Briptu Immanuel Simanjuntak meninggal. Kelompok perampok yang diperkirakan berjumlah 16 orang juga menembak dua anggota Satpam Bank CIMB Niaga, M Fahmi (28) dan Muchdiantoro (30). Keduanya cedera serius dan dirawat intensif di RSU Permata Bunda dan RS Gleni Medan.
Dalam aksi yang dilakukan dengan menggunakan senjata api dan pistol itu, kawanan perampok berhasil membawa uang Bank CIMB Niaga Medan sekitar Rp 400 juta. Hasil rampokan ini belakangan diketahui untuk mendanai aksi terorisme [baca: Teroris Merampok untuk Danai Aksinya].(Ant)