Pengidap HIV Bisa Hidup 10 Tahun Lebih Lama

Penemuan obat anti-HIV di awal 1990-an jadi tonggak awal harapan baru para pengidap HIV.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 12 Mei 2017, 06:48 WIB
HIV/AIDS

Liputan6.com, Jakarta Pengidap HIV kini memiliki kesempatan hidup lebih lama dibandingkan mereka yang terinfeksi dua dekade lalu. Kabar gembira ini tertulis dalam studi yang dipublikasikan dalam Lancet HIV baru-baru ini.

Berdasarkan data terhadap 88 ribu orang di 18 negara, pengidap HIV kini hidup 10 tahun lebih lama dibandingkan pada 1990-an. Pengidap HIV di masa kini diprediksi bisa hidup hingga usia 78 tahun.

Usia hidup yang lebih lama tak lepas dari kehadiran obat anti-HIV di 1990-an. Di awal kehadiran, obat tersebut harus dikonsumsi pengidap HIV sejumlah belasan pil dalam waktu berbeda setiap hari. Kini, cukup mengonsumsi satu pil yang mengandung kombinasi aneka kandungan.

Keunggulan obat anti-HIV di masa kini juga mampu mengendalikan virus lebih baik dibandingkan obat terdahulu. Lalu, efek samping dari obat ini juga sedikit, tak heran banyak pengidap HIV memiliki usia harapan hidup lebih panjang.

Namun, peneliti studi ini menegaskan, obat bukan satu-satunya hal yang memengaruhi usia hidup orang dengan HIV jadi lebih lama. Kemampuan dokter dalam mengatasi penyakit yang menderita mereka, seperti jantung dan diabetes, berkontribusi memperpanjang usia harapan hidup seperti mengutip Time, Kamis (11/5/2017).

Usia harapan hidup yang bertambah lama menjadi salah satu indikator bahwa terapi obat anti-HIV bekerja. Peneliti menilai fokus yang perlu dilakukan bukan pada penemuan obat baru melainkan distribusi obat yang lebih baik. Sehingga para pengidap HIV di seluruh dunia memiliki kualitas hidup dan hidup lebih lama. 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya