Liputan6.com, Jakarta: Bulan ini, tepat 60 tahun silam, Jepang mendarat di Indonesia setelah memenangkan pertempuran dengan Belanda. Perang di Laut Jawa antara armada perang Hindia Belanda, yang berjumlah 23 kapal perang, dengan puluhan pesawat tempur Jepang menjadi titik balik bagi Belanda dan sekutunya untuk menyerah pada Jepang. Setelah berhasil menghancurkan armada perang Belanda dan menyisakan dua kapal perang lainnya yang mampu meloloskan diri ke Australia, pasukan Negeri Matahari Terbit itu mendarat di Cepu, Banten, dan Batavia. Demikian penuturan kolektor film sejarah Indonesia, Des Alwi, baru-baru ini, di Jakarta.
Tak pelak lagi, peristiwa tersebut membawa bangsa Indonesia keluar dari masa kolonial Belanda dan masuk ke masa pendudukan Jepang. Menurut lelaki yang berkecimpung dalam pengumpulan bahan sejarah, peristiwa ini nyaris terlupakan banyak orang. Padahal, suka atau tidak, pendaratan Jepang di negeri ini membawa babak baru dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Saat pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada pemerintahan Jepang pada 8 Maret 1942, sejumlah tokoh pejuang politik Indonesia, yang sebelumnya dibuang ke luar Jawa, dapat kembali. Di antaranya adalah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir yang kembali dari pengasingan di Banda, Maluku Tengah.(ZAQ/Imelda Sari dan Dwi Nindyas)
Tak pelak lagi, peristiwa tersebut membawa bangsa Indonesia keluar dari masa kolonial Belanda dan masuk ke masa pendudukan Jepang. Menurut lelaki yang berkecimpung dalam pengumpulan bahan sejarah, peristiwa ini nyaris terlupakan banyak orang. Padahal, suka atau tidak, pendaratan Jepang di negeri ini membawa babak baru dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Saat pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada pemerintahan Jepang pada 8 Maret 1942, sejumlah tokoh pejuang politik Indonesia, yang sebelumnya dibuang ke luar Jawa, dapat kembali. Di antaranya adalah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir yang kembali dari pengasingan di Banda, Maluku Tengah.(ZAQ/Imelda Sari dan Dwi Nindyas)