Penurunan Harga Minyak Tekan Bursa Asia

Bursa Asia bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Jumat pekan ini.

oleh Arthur Gideon diperbarui 05 Mei 2017, 08:45 WIB
Bursa Asia bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Jumat pekan ini.

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Jumat pekan ini. Penurunan harga minyak menjadi penekan bursa Asia.

Mengutip Reuters, Jumat (5/5/2017) Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang dibuka mendatar. Sedangkan Indeks Jepang dan Korea Selatan tutup.

Harga komoditas anjlok dalam beberapa hari terakhir yang dipimpin oleh penurunan harga minyak menjadi penekan perdagangan pada bursa Asia di hari ini. 

Harga minyak mentah AS berakhir turun 4,81 persen ke level US$ 45,52 per barel setelah sebelumnya di perdagangan intraday mengalami tekanan hingga 5,29 persen ke US$ 45,29 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan dunia, ditutup turun ke US$ 48,38 per barel, atau melemah 4,75 persen.

Penurunan harga minyak karena jumlah pasokan terus bertambah. "Pasar minyak cenderung bearish dan berpotensi terus melanjutkan penurunan," jelas analis ANZ dalam catatannya kepada nasabah.

Harga minyak mentah tembus di bawah US$ 50 per barel dan menyentuh ke level terendah sejak 29 November tahun lalu. Penurunan tersebut menghapus semua keuntungan yang diperoleh pelaku pasar setelah organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan beberapa negara lain mengumumkan akan memangkas produksi untuk mengendalikan harga minyak.

Pelaku pasar di bursa Asia juga berhati-hati dalam bertransaksi pada hari ini karena menunggu data tenaga kerja dari Amerika Serikat (AS). Para ekonom memperkirakan akan ada penambahan pekerjaan bagi 185 ribu orang pada April ini. Sedangkan pada Maret lalu, penambahan jumlah pekerjaan hanya tercatat 98 ribu orang. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya