Alasan JK Usulkan Anies Baswedan Jadi Penantang Ahok ke Prabowo

Pertimbangan Jusuf Kalla mendorong nama Anies Baswedan ke Prabowo Subianto, karena memiliki kedekatan dengan semua pihak.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 04 Mei 2017, 06:14 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan pewarta usai melakukan rapat di Kemenpora, Jakarta, Rabu (15/3). Rapat membahas persiapan Asian Games 2018. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, mengungkapkan peran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam mengusung pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Pria yang akrab disapa JK itu disebut ikut andil terkait keikutsertaan Anies Baswedan jadi penantang Ahok di Pilkada DKI 2017.

Terkait hal itu, orang dekat JK yang juga juru bicara Wakil Presiden RI, Husain Abdullah angkat bicara. Ia menjelaskan, JK tidak mengintervensi terkait siapa calon yang akan diajukan, melainkan hanya memberikan usulan.

"Sudah betul, Pak JK memang mendorong nama Anies Baswedan kepada Prabowo Subianto," kata Husain saat dikonfirmasi, Rabu, 3 Mei 2017.

Pertimbangan Jusuf Kalla mendorong nama Anies Baswedan kepada Prabowo Subianto, menurut Husain, karena Anies memiliki kedekatan dengan semua pihak, termasuk Presiden Jokowi.

"Di mata Pak JK, Anies memiliki kedekatan dengan semua termasuk dengan Presiden Jokowi. Kedekatan itu antara lain adalah Anies merupakan juru bicara Jokowi selama Pilpres 2014," jelas pria yang akrab disapa Uceng itu.

"Tidak hanya itu, Anies juga bagian dari tim kerja Rumah Transisi setelah Pilpres 2014. Dan yang terakhir adalah Anies pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Keduanya pun alumni UGM Yogyakarta," tambah Husain.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan membeberkan peran JK dalam pemilihan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia mengatakan, nama Anies awalnya tidak pernah disebut atau masuk radar parpol koalisi di luar pengusung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Namun, saat hari terakhir, nama Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut akhirnya muncul atas rekomendasi JK.

"Jam 12.00 malam sampai jam 01.00 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya," kata Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 2 Mei 2017.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya