Top 3 News Hari Ini: Fadli Zon Sindir Bunga untuk Ahok

Top 3 News Hari Ini, Waketum Gerindra, Fadli Zon menyebut bunga untuk Ahok sebagai penghamburan uang dan pencitraan semata.

oleh Putu Merta Surya PutraMuhammad Radityo PriyasmoroIka Defianti diperbarui 27 Apr 2017, 20:34 WIB
Top 3 News Hari Ini, Waketum Gerindra, Fadli Zon menyebut bunga untuk Ahok sebagai penghamburan uang dan pencitraan semata.

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 News Hari Ini, karangan bunga tanda simpati untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat terus mengalir ke gedung Balai Kota Jakarta. 

Tidak hanya memadati halaman gedung, kini bunga-bunga tersebut telah mencapai ujung Jalan Medan Merdeka Selatan di persimpangan Patung Kuda.

Karangan bunga yang datang dari berbagai kalangan itu berisi ucapan terima kasih, salam perpisahan hingga kekecewaan atas kalahnya Ahok - Djarot dalam Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

Namun hal ini ditanggapi miring oleh Waketum Gerindra, Fadli Zon. Ia menyebutnya sebagai penghamburan uang dan pencitraan semata.

Tapi tidak bagi warga Jakarta. Masyarakat menilai fenomena ini sebagai peristiwa yang jarang terjadi di Ibu Kota. Karena jumlahnya yang mencapai ribuan dengan berbagai ucapan-ucapan lucu yang tertulis di dalamnya.

Bahkan ada warga yang menjadikannya destinasi wisata selain untuk berselfie ria dengan Gubernur Ahok. 

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatina pembaca Liputan6.com, terutama di kanal News, Kamis (27/4/2017).

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 News Hari Ini

1. Sindiran Fadli Zon soal Karangan Bunga Ahok di Balai Kota

Ratusan karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat tertata di kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/4). (Liputan6/Johan Tallo)

Balai Kota DKI Jakarta dibanjiri ratusan karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wagub Djarot Saiful Hidayat.

Namun, hal itu ditanggapi miring oleh Waketum Gerindra, Fadli Zon. Dia menilai pemberian karangan bunga justru menghamburkan uang.

"Itu kan bisa ngasih makan orang yang perlu dukungan. Bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya. Dari pada dibuang-buang seperti itu," ucap dia.

Fadli menilai pemberian ribuan karangan bunga untuk Ahok justru membawa efek negatif. Bahkan, pria yang duduk sebagai Wakil Ketua DPR RI itu menyebutkan, itu hanya bagian dari pencitraan.

Selengkapnya...

2. Bunga Tanda Cinta di Balai Kota

Bunga untuk Ahok. Foto: Benedikta Desideria/Liputan6.com

Banyak pesan yang disampaikan dari warga kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Dari tulisan-tulisan tersebut, tergambar bagaimana perasaan mereka yang masih susah berpaling dari pasangan petahana nomor urut dua di Pilkada DKI 2017 itu.

"Informasinya sudah ada 1.000 karangan bunga, masih didata lagi," kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah DKI Mawardi di Balai Kota, Jakarta.

Ahok sendiri heran dengan kiriman bunga itu. Sebab menurutnya yang biasa mendapat bunga adalah pihak yang menang.

Ahok menyebut ingin mengucapkan terima kasih satu per satu, namun karena tidak mengetahui alamatnya, Ahok mengucapkan terima kasih hanya melalui media sosial.

Selengkapnya...

3. Ahok: Parkir Liar di Kalijodo karena Saya Kalah Pilkada DKI

Sejumlah anak bermain di areal RPTRA Kalijodo, Jakarta, Jumat (14/4). Sejumlah warga menghabiskan libur Paskah dengan mengajak putra-putrinya bermain di areal RPTRA Kalijodo. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, beredarnya parkir liar di Taman Kalijodo karena kekalahannya di Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

"Orang bilang Ahok udah kalah nih, jadi (preman) udah bebas. Orang gua masih gubernur sampai Oktober 2017, kok," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu, 26 April 2017.

Ahok pun siap menurunkan Dinas Perhubungan DKI dan Satpol PP untuk mengamankan parkir di taman yang berada di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Utara itu.

"Ini cuma euforia mereka saja. Dia pikir jadi bebas (malak parkir), Satpol PP dan Dishub nanti amankan," ujar dia.

Selengkapnya...

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya