Cindy Paramita Ubah Caping Lebih Indah dengan Lukisan

Caping biasanya terbuat dari anyaman bambu, daun kelapa, daun lontar atau daun pandan.

oleh Karmin Winarta diperbarui 27 Apr 2017, 12:20 WIB
Foto: Istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Melukis layaknya memakai medium kanvas, namun perempuan dari Kuningan Jakarta selatan ini memanfaatkan caping sebagai kanvas untuk mengekspresikan naluri seninya.

Namanya Cindy Paramita. Mantan karyawan BUMN ini nekat mengajukan pensiun dini demi menyalurkan bakat seninya yang tak bisa dibendung.

Menurut dia, caping adalah salah satu ikon budaya Indonesia yang masih dipandang sebelah mata. Penutup kepala berbentuk kerucut ini banyak ditemui di berbagai wilayah di Indonesia.

Foto: Istimewa

Caping biasanya terbuat dari anyaman bambu, daun kelapa, daun lontar atau daun pandan. Namun Cindy Paramita Tiara lebih memilih caping yang terbuat dari bambu yang dijadikan kanvasnya. Bakat melukisnya sebenarnya telah ada sejak kecil. Ia pernah beberapa kali memenangi perlombaan.

Ketika dewasa, ia melukis hanya untuk dirinya sendiri. Sampai suatu hari ia terinspirasi dari para turis yang memakai penutup kepala ketika traveling.

Ia membayangkan, para turis lokal dan asing juga memakai caping warna-warni ketika menikmati eloknya alam Indonesia. Ia pun mulai melukis di atas caping dan mengabarkan ke semua teman.

Respons mereka sangat bagus. Caping Cindy makin dikenal banyak orang. Bahkan ia menerima pesanan caping yang dilukis dengan motif batik sebagai design interior di sebuah rumah. Ia makin mantap dengan profesinya ini.

Ia melukis caping-caping itu sendirian. Pilihan tema dan warna yang cerah menjadikan caping-caping itu tampak lebih artistik.

Bagaimana, berminat? Bisa langsung datang ke acara Inacraft 2017 di JCC yang berlangsung mulai 26 April hingga 30 April 2017.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya