Gabung Amerika Serikat, Kapal Tempur Jepang Dekati Korea Utara

Dua kapal tempur kelas penghancur milik Jepang turut bergabung dengan kapal induk milik Amerika Serikat USS Carl Vinson mendekat ke Korea.

oleh Rizki Akbar Hasan diperbarui 23 Apr 2017, 19:12 WIB
Kapal Destroyer Pasukan Bela Diri Jepang, JS Makinami, saat merapat di JICT II, Tanjuk Priuk, Jakarta (22/2) (Liputan6.com/Citra Dewi)

Liputan6.com, Tokyo - Dua kapal tempur kelas penghancur milik Jepang turut bergabung dengan kapal induk milik Amerika Serikat USS Carl Vinson di Samudera Pasifik untuk melakukan manuver mendekat ke Semenanjung Korea. Laporan tersebut disampaikan oleh Angkatan Laut Jepang.

Dua kapal Jepang bernama Samidare dan Ashigara itu meninggalkan perairan barat Jepang pada Jumat, 21 April 2017, untuk bergabung dengan USS Carl Vinson sebagai simbolisasi solidaritas Tokyo dan Washington untuk isu program nuklir Korea Utara.

Tak hanya itu, kedua armada AS dan Jepang akan melakukan simulasi taktik tempur, jelas salah satu atase Japan Maritime Self Defense Force (MSDF) seperti yang diwartakan Asian Correspondent, Minggu (23/4/2017).

Sebelumnya, USS Carl Vinson diperintahkan Negeri Paman Sam untuk mendekat ke Semenanjung Korea, setelah sebelumnya berlabuh di Singapura dan Australia pada awal hingga akhir April 2017.

Seorang informan untuk Asian Correspondent yang bekerja untuk MSDF mengatakan bahwa dua kapal Negeri Sakura itu juga akan singgah di Laut China Selatan. Namun, durasi bergabungnya Samidare dan Ashigara dengan USS Carl Vinson masih belum diketahui.

Selasa 25 April 2017 nanti, Korea Utara akan merayakan hari Angkatan Bersenjata yang ke-85 tahun. Menilik peristiwa yang telah lalu, Korea Utara memiliki tendensi untuk melakukan uji coba misil nuklir pada setiap perayaan nasional. Pertengahan April 2017, Kim Jong-un melakukan tes misil pada perayaan Day of the Sun yang memperingati 105 tahun kelahiran bapak bangsa Kim Il-sung.

Pada perayaan Day of the Sun, Korea Utara memamerkan teknologi roket terbaru, KN-08 yang mampu menempuh jarak sejauh 11.265,5 kilometer. Rudal ini mampu diluncurkan dari Pyongyang ke Los Angeles, New York, atau bahkan Washington, D. C.

"Kita sungguh tertinggal sekarang," ujar Dave Schmerler, pakar politik internasional dari Middlebury Institute of International Studies in California, kepada The Wall Street Journal setelah melihat teknologi persenjataan tersebut pada parade perayaan Day of the Sun, seperti yang dikutip oleh News.com.au.

Rudal KN-14, dengan kemampuan destruktif yang serupa, juga turut ditunjukkan pada parade tersebut.

"Jika AS akan melakukan provokasi terhadap kami, serangan balik dari kami akan meluluh-lantahkan mereka," tutup Choe Ryong-Hae, atase militer Korea Utara.

Hingga kini, ada tiga misil Korea Utara yang berstatus siap dioperasikan. Rudal Nodong-1 dengan jarak tempuh hingga 1.300 km. Rudal Nodong-2 mampu menembak target pada hingga jarak 1.500km. Dan, rudal Taepodong-1 yang mampu mencapai jarak 2.000 km.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya