Mendiang Raja Thailand Dikremasi 26 Oktober 2017

Raja Bhumibol Adulyadej meninggal dunia 13 Oktober 2016 akibat gagal ginjal.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 19 Apr 2017, 17:02 WIB
Raja Thailand Bhumibol Adulyadej (Reuters)

Liputan6.com, Bangkok - Pemerintah Thailand memutuskan bahwa mendiang Raja Bhumibol Adulyadej akan dikremasikan pada 26 Oktober 2017. Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan beberapa hari.

"Jadi acara perkabungan dan kremasi akan dilakukan selama lima hari," sebut Wakil Perdana Menteri Thailand, Wisaanu Krea-ngam, seperti dikutip dari Asian Correspondent, Selasa (19/4/2017).

Selain itu, Pemerintah Thailand sudah merencanakan untuk upacara penobatan anak Bhumibol, Maha Vajiralongkorn segera setelah kremasi tersebut.

Walau sekarang sudah menjabat, penobatan formal Vajiralongkorn baru bisa dilaksanakan setelah Raja Bhumibol dikremasikan.

Pemerintah Thailand berencana menggelar upacara kremasi dengan mewah. Namun, mereka tidak merilis ke publik berapa dana yang dikucurkan.

Rencananya, kremasi dilakukan di sebuah lapangan di Bangkok. Tetapi, detail tempat belum diungkap Pemerintah Thailand.

Pihak Kerajaan Thailand mengumumkan Raja Bhumibol Adulyadej wafat pada Kamis 13 Oktober 2016. Pemimpin monarkhi terlama di dunia itu menghembuskan napas terakhirnya pada usia 88 tahun setelah sebelumnya sejak pekan lalu ia mendapat perawatan akibat menderita gagal ginjal.

Bhumibol naik takhta pada 9 Juni 1946 menggantikan sang kakak, Raja Ananda Mahidol. Kala itu ia berusia 19 tahun dan tercatat menjadi raja ke-9 dari Dinasti Chakri atau dijuluki pula Raja Rama IX.

Ia berkuasa selama 70 tahun. Dan sepanjang monarkhi Thailand, sosok Bhumibol disebut sebagai satu-satunya raja terpopuler di kalangan rakyatnya.

Raja Bhumibol meninggalkan seorang istri, Ratu Sirikit dan empat orang anak. Mereka adalah putra mahkota, Pangeran Maha Vajiralongkorn, Putri Ubol Ratana, Putri Maha Chakri Sirindhorn, dan Putri Chulabhorn Walailak.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya