BJ Habibie: Masa Depan RI Tak Bisa Bergantung Sumber Daya Alam

Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie berpesan agar Indonesia tidak selalu mengandalkan sumber daya alam,

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 17 Apr 2017, 12:38 WIB
BJ Habibie adalah Presiden ke-3 Republik Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie berpesan agar Indonesia tidak selalu mengandalkan sumber daya alam, tetapi harus mengembangkan sumber daya manusia agar bisa menghasilkan produk yang canggih.

Habibie mengatakan, sumber daya alam tidak bisa terus dijadikan andalan untuk mendorong perekonomian.

"Masa depan tiap masyarakat harus diandalkan pada sumber daya manusia dan tidak pada sumber daya alam," kata Habibie, dalam ceramah umum optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tuas, fungsi dan kewenangan PPATK, di Kantor PPATK Jakarta, Senin (17/4/2017).

Habibie mengungkapkan, sumber daya manusia Indonesia harus didorong agar produktif, efisien dan menguasai ilmu,. Sehingga mampu menghasilkan produk canggih yang dapat menjadi andalan perekonomian.

"Walaupun pada saat tertentu kemungkinan ada masyarakat itu lebih banyak sumber daya alamnya, dari pada sumber daya manusia yang produktif," tambah Habibie.

Habibie melanjutkan, sumber daya alam tidak bisa diandalkan karena saat ini sulit diprediksi perkembangannya. Dia mencontohkan seperti minyak mentah yang sempat menyentuh harga di atas US$ 50 per barel. Namun setelah itu anjlok, sempat menyentuh di level US$ 40 per barel. Kondisi tersebut menggoyangkan keuangan negara dan mandeknya proyek-proyek yang telah direncanakan.

‎"Sekarang minyak tidak sesuai prediksi akibatnya perhitungan salah semua, fiskal kacau, proyek kacau, kalau tidak hati-hati akan seperti negara Eropa, Yunani, Spanyol dan lain-lain," tutup Habibie.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya