Pemkot Medan Siap Biayai Sekolah Kinara Korban Selamat Pembunuhan

Kinara, satu-satunya korban selamat dari pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Medan.

oleh Liputan6 diperbarui 16 Apr 2017, 21:09 WIB
Si bungsu yang menjadi satu-satunya korban selamat dari upaya pembunuhan itu sering mengigau memanggil nama orangtuanya. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Liputan6.com, Medan - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara (Sumut), akan mengurus semua biaya sekolah Kinara (4), satu-satunya korban selamat ketika terjadinya pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Jalan Manggan Gang Benteng, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, sepekan lalu.

"Pemkot Medan akan mengurus biaya sekolahnya," ucap Wali Kota Dzulmi Eldin, Minggu (16/4/2017), saat menjenguk Kinara yang kini masih menjalani perawatan di RS H Adam Malik, Kota Medan, Sumut, dilansir Antara.

Ketika Eldin memasuki ruangan tempat Kinara dirawat, bocah malang itu tengah asyik mewarnai buku dengan menggunakan pensil warna di atas tempat tidur ditemani dua wanita tengah baya yang merupakan anggota keluarganya.

Kondisi kesehatan Kinara mulai membaik setelah menjalani operasi pada bagian kepala beberapa hari lalu, namun kepalanya masih diperban. Pada saat Wali Kota Medan menyapanya, bocah yang kini telah yatim piatu itu langsung tersenyum. Setelah melihat sejenak, ia melanjutkan kembali mewarnai gambar.

Usai menjenguk Kinara, Wali Kota Dzulmi mengatakan tujuannya datang membesuk, selain ingin melihat kondisi bocah malang itu, juga untuk memberi semangat dan motivasi. Berdasarkan penglihatannya, Dzulmi mengaku kondisi Kinara semakin membaik. Ia pun mendoakan agar Kinara kembali riang dan ceria seperti sediakala.

Ia juga mengatakan Pemkot Medan menanggung segala biaya pengobatan dan perawatan Kinara selama berada di rumah sakit. Tidak itu saja, Pemkot Medan juga akan mengurus biaya sekolah bocah korban selamat pembunuhan tersebut.

"Kinara saat ini adalah anak negara dan tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan merawatnya hingga besar karena ia korban dari kekerasan," Wali Kota Medan memungkasi.


POPULER

Berita Terkini Selengkapnya