Makan Telur Tak Perlu Khawatir Sakit Jantung

Mengandung kolesterol yang tinggi, makan telur sering dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

oleh Nilam Suri diperbarui 14 Apr 2017, 11:00 WIB
Kebanyakan Makan Telur Sebabkan Bisul, Mitos atau Fakta?

Liputan6.com, Jakarta Sudah sejak lama, banyak anggapan bahwa telur harus dikonsumsi secara hati-hati. Karena jika terlalu banyak, telur bisa membuat pengonsumsinya memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Hal ini juga yang mendorong banyak orang memilih untuk makan putih telur saja. Sayangnya, dengan melakukan hal ini Anda justru membuat tubuh kehilangan nutrisi penting.

"Memangkas kolesterol harian hampir tidak relevan ketika berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan tekanan darah yang seimbang dan jantung yang sehat," ujar Donald K. Layman, Ph.D., profesor emiritus bidang ilmu makanan dan nutrisi manusia di University of Illinois, mengutip Men's Health, Sabtu (14/4/2017).

Selama puluhan tahun, apa yang diketahui para ahli tentang cara mencegah penyakit jantung berasal dari Framingham Studi yang dilakukan pada tahun 1940an, yang dihubungkan dengan kadar kolesterol tinggi berujung pada risiko penyakit jantung dan serangan jantung yang lebih tinggi pula.

Jadi, untuk memangkang kadar kolesterol dalam darah, komunitas medis menyarankan untuk memangkas asupan kolesterol harian.

Namun begini faktanya: "Kurang dari setengah orang pada studi ini yang memiliki penyakit jantung memiliki kadar kolesterol yang tinggi," ujar Layman. "Kadar kolesterol tinggi bahkan tidak seakurat lemparan koin dalam memprediksi penyakit jantung."

Kolesterol harian hampir tidak menggerakan jarum kolesterol darah--kecuali pada orang-orang yang memiliki kesulitan untuk mencerna kolesterol harian, ujar Patricia Vassallo, M.D., seorang spesialis jantung di Northwestern Memorial Hospital.

Untuk memperbaiki kadar kolesterol darah agar seimbang, Anda harus berhenti mengonsumsi lemak jenuh, makan lebih banyak asam lemak omega-3, dan konsumsi lebih banyak serat, menurut Mayo Clinic.

Sayangnya bagi para pecinta telur, baru pada tahun 2015-lah Panduan Diet AS berhenti menyarankan untuk memangkas kadar asupan kolesterol.

Jika Anda sehat, Anda tidak perlu makan kolesterol. Ini karena hati sudah siap untuk menyediakan kolesterol yang kurang dalam diet. Namun tidak ada alasan untuk tidak memakannya--terutama jika itu adalah kuning telur.

Lagi pula, telur adalah sumber protein alami nomor satu. Artinya, tubuh Anda bisa menyerap dan menggunakan protein dari telur secara lebih baik dibanding protein dari sumber makanan lain, ujar Kate Patton, R.D., ahli diet berlisensi di Cleveland Clinic Heart & Vascular Institute.

Satu butir telur akan memberi Anda sekitar enam sampai tujuh gram protein, tergantung ukurannya. Kuning telur khususnya, kaya akan fosfor, zinc, dan vitamin B, kolin, dan antioksidan.

Disatukan, semua nutrisi tadi memberi Anda energi yang lebih baik, inflamasi yang lebih sedikit, lebih gampang menurunkan berat badan, otot lebih, dan otak yang lebih cerdas.

Bahkan, pada studi tahun 2015 dari Asosiasi Jantung Amerika terhadap mereka yang sudah memiliki penyakit koroner arteri, memakan tiga butir telur setiap hari boleh-boleh saja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya