Rais Syuriah PBNU: Indonesia Bukan Negara Agama Tertentu

Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi mengupas mengenai cara merawat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah maraknya isu-isu agama.

oleh Anri SyaifulArnaz Sofian diperbarui 12 Apr 2017, 22:18 WIB
Rais Syuriah PBNU Masdar Farid Mas'udi. (Liputan6.com/Fatkhur Rozaq)

Liputan6.com, Jakarta - Kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa sangat penting dikedepankan, terutama menyikapi isu-isu agama yang belakangan ini berkembang di tengah masyarakat. Hal ini pula yang menjadi perhatian. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Masdar Farid Mas'udi.

"Persatuan ini menjadi sila kelima (Pancasila). Kenapa Itu menjadi suatu yang sangat penting, sangat fundamental? Karena negeri kita sangat plural, sangat bineka," ucap KH Masdar Farid Mas'udi saat berbincang dengan Liputan 6 SCTV di Jakarta, beberapa hari lalu.

Apalagi, menurut Kiai berusia 62 tahun tersebut, semua agama besar ada di Indonesia. "Bahkan, agama-agama lokal jumlahnya bisa ratusan dengan kepercayaannya, suku bangsanya juga ratusan."

"Artinya, semua komponen bangsa dari keyakinan apa pun, suku apa pun, itu harus melebur diri sebagai satu bangsa," Masdar memaparkan.

Kendati demikian, imbuh lulusan pascasarjana Studi Filsafat, Universitas Indonesia itu, masyarakat Indonesia bisa menjalani keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini tanpa harus mengabaikan nilai-nilai agama yang diyakini dalam wujud menjaga privasi politik setiap individu.

Namun, Masdar mengingatkan agar tidak membicarakan pilihan politik berdasar agama di ruang publik. Sebab, hal tersebut hanya akan memunculkan pertentangan dan memicu perpecahan.

"Jadi berkaitan dengan keyakinan, iman itu privat. Tapi berkaitan dengan akhlak, itu memang publik. Dan acuan yang bersifat inklusif, akhlak itu adalah keadilan," penulis buku Syarah UUD 1945, Perspektif Islam tersebut.

Masdar menambahkan, maraknya isu-isu yang mengoyak persatuan sebagai ujian bagi kedewasaan bangsa Indonesia. Ia pun menekankan agar nilai-nilai keadilan dapat berjalan dengan baik, sehingga isu suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA tidak terus berkembang.

"Ini (Indonesia) adalah negara bangsa. Acuannya adalah nilai yang dijunjung tinggi semua agama, oleh semua ajaran moral tinggi, yaitu keadilan," kata Masdar.

Lalu, bagaimana pemaparan lengkap Masdar mengenai cara merawat persatuan dan kesatuan bangsa? Simak selengkapnya video wawancara Liputan 6 SCTV bersama Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi yang dipandu Nurul Cinta berikut ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya