Mati Lampu Bikin SMA Kelua Tabalong Peserta UNBK Tambah Grogi

Hanya ada sepuluh SMA di Tabalong, Kalimantan Selatan, yang ikut UNBK.

oleh Liputan6 diperbarui 10 Apr 2017, 12:34 WIB
Seorang siswa SMA kelas XII mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMAN 3 Jakarta, Senin (10/4). Sebanyak 57.659 siswa SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di DKI Jakarta mengikuti UNBK hingga 13 April 2017. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Tanjung - Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Wagimin mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sempat terhenti karena mati lampu.

"Genset sekolah sempat kita operasikan namun sistem jaringan ke server sedikit terlambat dan sekitar 15 menit listrik PLN kembali normal," kata Wagimin di Tanjung, Senin (10/4/2017).

SMA Negeri Kelua merupakan salah satu sekolah di Bumi Saraba Kawa ini yang melaksanakan UNBK sehingga terganggu jika listrik dari PLN mati.

Wagimin mengatakan peserta UN di SMA Negeri Kelua tahun ini sebanyak 126 orang sedangkan komputer yang tersedia hanya 46 unit, dengan rincian 20 unit komputer milik sekolah dan sisanya swadaya dari siswa. Terbatasnya sarana komputer membuat pelaksaan UNBK dibagi dalam dua shift.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Taufik Rahman secara terpisah mengatakan, sekolahnya tidak menyiapkan genset untuk antisipasi jika terjadi pemadaman listrik PLN.

"Untuk SMA Negeri 1 Tanjung untuk pelayanan listrik di-backup PT Pertamina EP Aset V Tanjung Field jika ada pemadaman dari PLN," kata Taufik.

Sementara itu jumlah peserta UN di Kabupaten Tabalong sebanyak 1.555 siswa dan hanya 10 sekolah yang melaksanakan UNBK, di antaranya SMA Negeri Kelua, SMA Negeri Muara Harus, SMA Negeri Muara Uya, SMA Negeri Bintang Ara, SMA Negeri Upau, SMA Negeri Jaro, SMA Negeri 1 Tanjung, SMA Negeri 2 Tanjung dan SMA Negeri 3 Tanjung.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya