21-3-1963: Penjara Bereputasi Angker Alcatraz Ditutup

Alcatraz merupakan ikon dari penjara AS yang keras dengan keamanan superketat. Tak ada tahanan yang bisa kabur dari sana.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 21 Mar 2017, 06:00 WIB
Para peneliti Texas A&M, menggunakan radar penembus tanah, menemukan sisa-sisa benteng militer yang sebelumnya diduga hancur sepenuhnya.

Liputan6.com, San Fransico - Tanggal 21 Maret 1963, hari ini 54 tahun silam, menjadi momentum ditutupnya Alcatraz, penjara dengan keamanan maksimum di Teluk San Francisco Bay, California, Amerika Serikat.

Kala itu, tahanan terakhir di pulau penjara dipindahkan ke tempat lain. Jaksa Agung AS Robert F Kennedy menjadi penentu berakhirnya operasional bui di Alcatraz. Alasannya adalah anggaran yang membengkak untuk mengelolanya. 

Periode puncak penggunaan fasilitas tahanan dengan keamanan maksimum itu terjadi pada 1950-an.

Unit dengan sebutan The Rock atau America’s Devil Island tersebut dihuni lebih dari 200 narapidana, termasuk napi kelas kakap semisal Al Capone.

Alcatraz dikenal sebaga ikon penjara Amerika yang ketat dan memegang rekor tak pernah ada tahanan kabur. Fitur keamanan paling paling canggih pada masanya difungsikan di sana.

Beberapa detektor logam generasi pertama digunakan di Alcatraz.

Aturan ketat diberlakukan terhadap narapidana di Alcatraz. Keheningan terasa di sana setiap saat.

Alcatraz pertama kali dieksplorasi oleh Juan Manuel de Ayala pada 1775, yang menyebutnya Isla de los Alcatraces (Pelicans) karena semua burung yang tinggal di sana. Fasilitas itu dijual pada tahun 1849 kepada pemerintah AS.

Mercusuar pertama di California berada di Alcatraz. Pernah menjadi benteng saat Perang Saudara AS dan kemudian jadi penjara militer pada tahun 1907.

Berakhirnya penggunaan penjara itu tak lantas mengakhiri perebutan Alcatraz. Pada Maret 1964, sekelompok Sioux -- suku asli Amerika -- mengklaim bahwa pulau itu milik mereka atas dasar perjanjian berusia 100 tahun.

Klaim mereka diabaikan sampai November 1969, ketika 89 penduduk asli Amerika yang mewakili American Indian Movement (AIM) menduduki Alcatraz. Mereka tinggal di sana sampai tahun 1971 sampai akhirnya dipaksa keluar oleh otoritas federal.

Tahun berikutnya 1972, Alcatraz ditambahkan sebagai arena rekreasi Golden Gate National Recreation. 

Berdasarkan pengakuan para wisatawan, reputasi angker Alcatraz ternyata tak lekang oleh waktu, meski tak ada lagi kerangkeng yang digunakan untuk mengurung orang di sana.

Seorang wisatawan, Sheila Sillery-Walsh yakin, ia telah mengabadikan sosok hantu. Ia menjumpai sosok kabur mirip seorang perempuan menatap dari balik jendela di foto yang ia ambil.

Perempuan Inggris itu mengaku sudah mendapat firasat aneh saat memasuki bangunan yang dulu digunakan sebagai hotel prodeo tersebut.

"Saat tur dengan panduan audio, aku beberapa kali berhenti dan iseng mengambil sejumlah foto jendela kunjungan kosong dengan iPhone-ku," kata Sheila, seperti di kutip dari Herald Sun.

Jendela yang ia bidik sebelumnya digunakan saat keluarga atau kerabat mengunjungi para tahanan. Di mana mereka masih bisa bertatap muka, namun tanpa kontak fisik

"Saat melihat hasil jepretan di ponselku, aku melihat sosok perempuan gelap dalam gambar. Aku menatap jendela lagi, tak ada siapapun di sana." 

Penampakan hantu di Alcatraz? (Herald Sun)

Di belahan Bumi lain pada tanggal dan tahun yang sama, tercatat sebagai momen saat kereta otomatis pertama di bawah tanah London bisa meluncur ke stasiun dalam tiga pekan.

Saat itu, kereta yang beroperasi tanpa masinis itu tengah diujicobakan tanpa penumpang.

Sedangkan pada 21 Maret 1980 tercatat sebagai hari lahir Ronaldo de Assis Moreira di Porto Alegre, Brasil.

Pria yang karib disapa Ronaldinho adalah bintang fenomenal sepak bola yang dikenal karena kehebatan permainannya di lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya