Bayi Menangis, Tanda Dia Lapar dan Sudah Frustasi

Sadarkah ibu bahwa bayi menangis merupakan tanda bahwa dia sudah sangat lapar. Bahkan, itu tanda sudah bercampur dengan frustasi.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 19 Mar 2017, 09:12 WIB
Sadarkah ibu bahwa bayi menangis merupakan tanda bahwa dia sudah sangat lapar. Bahkan, itu tanda sudah bercampur dengan frustasi.

Liputan6.com, Jakarta Seorang ibu harus pintar membaca tanda bahwa bayi sudah lapar. Kalau sampai bayi menangis, itu tanda dia sudah sangat lapar, bahkan sudah bercampur dengan frustasi.

Dokter Spesialis Anak dari Tiga Generasi, dr Wiyarni Pambudi SpA, menjelaskan, bayi punya cara sendiri untuk memberitahu ibunya bahwa ia sudah kelaparan. Biasanya lewat mimik, refleks ingin mengisap jarinya, dan bibir yang mengecap.

"Kalau menangis itu yang paling akhir. Itupun sudah bercampur dengan frustasi," katanya dalam acara Breastfeeding Beyond 1 Year Old di Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (18/3/2017) siang.

Para ibu pun diimbau agar lebih memahami tanda-tanda ini dan jangan dibiasakan baru memberikan anak ASI setelah mereka menangis.

"Proses menyusuinya jadi terlambat karena si ibu sudah terlambat meresponsnya. Akibat sudah keburu panis, proses menyusui jadi kurang optimal," katanya menambahkan.

Nah, ketika bayi tidur, jangan pula ibu dengan sengaja membangunkannya dengan alasan agar dia minum ASI dulu. Kalau anak tertidur pulas, tandanya dia sudah kenyang. Tunggu dia sampai bangun dan memberi tanda dengan mengecap bibirnya.

Akan tetapi kalau tangan anak mengepal, belum tentu dia lapar. Coba cek popoknya, siapa tahu dia pipis. Sebab, mengepal bukan merupakan tanda bayi lapar, melainkan kode bahwa ia menginginkan sesuatu.

Reporter: Aida Tifany

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya