Liputan6.com, Jakarta - Ada cerita menarik dari sosok Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro. Lelaki yang menggantikan jabatan Ignasius Jonan ini bukan hanya piawai mengurusi aset kereta di Indonesia, ia dulunya adalah seorang pemain wayang orang. Dulu ia kerap bermain di salah satu wayang orang tertua di Indonesia, Ngesti Pandowo di Semarang.
Edi Sukmoro mengaku sejak kecil memang cinta dengan tradisi Jawa. Saat SMP dan SMA di Semarang, ia bergabung dengan wayang orang Ngesti Pandowo. Berbagai lakon pernah diperankannya. "Ya macam-macam, ada Gatotkaca Gandrung juga pernah. Ada juga Kelono Topeng, " kata dia seperti ditulis Jumat (17/3/2017).
Advertisement
Kecintaannya pada wayang orang memang sudah mengakar. Bahkan saat ia melanjutkan kuliah ke University Melbourne tetap juga menari dan main wayang. "Sekolah di Australia pun saya juga menari. Makanya membawa budaya kita itu membuat mereka tertarik," ungkapnya.
Berawal dari ketertarikannya itu lah, PT KAI memberikan corporate social responsibility (CSR) kepada wayang orang Sriwedari. Menurutnya wayang orang harus tetap dilestarikan dalam waktu sekarang agar tidak tergerus zaman. Dana CSR ini akan digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana wayang orang Sriwedari.
"Kami memberikan CSR senilai Rp 150 juta. Pemberian CSR ini sebagai bentuk kepedulian PT KAI terhadap pelestarian budaya, dalam hal ini kesenian tradisional wayang orang Sriwedari," kata dia.
Sementara itu Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menjelaskan salah satu prasarana wayang orang Sriwedari yang kurang mendukung adalah masalah sound system. "Pemain wayang orang Sriwedari bermain dengan keterbatasan, " kata dia (Fajar Abrori/Gdn)