Liputan6.com, Jakarta: Perseteruan di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa belum usai juga. Kali ini Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid menyatakan, siap mengubah nama PKB kubunya. Soalnya, hal itu berkenaan dengan larangan bagi partai dengan kepengurusan ganda untuk mengikuti Pemilihan Umum 2004. "Kalau perlu PKB diubah menjadi PKB Asli dan yang lain palsu," seloroh Gus Dur di Jakarta, Sabtu (9/2) petang.
Menurut Gus Dur, masalah kepengurusan ganda di tubuh partai yang dibidaninya itu sebenarnya dapat diselesaikan melalui pengadilan. Sebab, pengadilan dapat memutuskan kepengurusan Alwi Shihab atau Matori Abdul Djalil yang sah. Kendati begitu, mantan Presiden Abdurrahman Wahid menuding hakim sekarang ini dapat dibeli, sehingga keadilannya tak dapat dipertanggungjawabkan.
Seperti diketahui, perseteruan antara PKB kubu Kuningan dan Batu Tulis hingga kini belum juga terselesaikan. Baik kubu Alwi maupun Matori sama-sama bersikukuh bahwa kepengurusan masing-masing sah sesuai Munas Luar Biasa yang digelar bersamaan beberapa waktu silam. Namun, larangan bagi partai dengan kepengurusan ganda dalam Pemilu 2004, bisa jadi memaksa mereka untuk memutar otak.(ANS/Olivia Rosalia dan Yoseph H.L.)
Menurut Gus Dur, masalah kepengurusan ganda di tubuh partai yang dibidaninya itu sebenarnya dapat diselesaikan melalui pengadilan. Sebab, pengadilan dapat memutuskan kepengurusan Alwi Shihab atau Matori Abdul Djalil yang sah. Kendati begitu, mantan Presiden Abdurrahman Wahid menuding hakim sekarang ini dapat dibeli, sehingga keadilannya tak dapat dipertanggungjawabkan.
Seperti diketahui, perseteruan antara PKB kubu Kuningan dan Batu Tulis hingga kini belum juga terselesaikan. Baik kubu Alwi maupun Matori sama-sama bersikukuh bahwa kepengurusan masing-masing sah sesuai Munas Luar Biasa yang digelar bersamaan beberapa waktu silam. Namun, larangan bagi partai dengan kepengurusan ganda dalam Pemilu 2004, bisa jadi memaksa mereka untuk memutar otak.(ANS/Olivia Rosalia dan Yoseph H.L.)