Antisipasi Kenaikan Suku Bunga AS, IHSG Bakal Tertekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal variatif dengan cenderung tertekan pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 09 Mar 2017, 06:30 WIB
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal variatif dengan cenderung tertekan pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Rentang gerak IHSG bakal di support 5.372 dan resistance 5.420.

Pada perdagngan saham kemarin, IHSG ditutup melemah tipis 8,85 poin ke level 5.393,76. IHSG melemah karena pelaku pasar mengantisipasi prospek kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

"Antisipasi investor teradap prospek kenaikan suku bunga AS," kata Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Semestara, sentimen dalam negeri cenderung positif. Pasalnya, data cadangan devisa Indonesia mengalami kenaikan.

"Investor asing justru melakukan pembelian bersih cukup tinggi di level Rp 246, 19 miliar dan data cadangan devisa naik lebih pada perkiraan sebelumnya di level US$ 119,9 miliar dari US$117,2 miliar," jelas dia.

Laju IHSG sejalan dengan mayoritas Bursa Asia yang cenderung melemah."Aksi kehati-hatian investor menjelang pertemuan The Fed membuat Bursa Asia mayoritas tertekan kecuali Indeks Hangseng menguat 0,43 persen" terang dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Senada, PT Bahana Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. IHSG bakal bergerak di kisaran support 5.387 dan resistance 5.435.

Bahana Sekuritas merekomendasikan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya