Candaan Penumpang Bawa Bom Hebohkan Bandara Ngurah Rai Bali

Salah seorang pramugari mengatakan penyebab ditundanya penerbangan karena adanya penumpang yang bercanda membawa bom.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 08 Mar 2017, 19:30 WIB
Aktivitas di Bandara Ngurah Rai Bali

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah suasana liburan Raja Salman dan rombongan Kerajaan Arab Saudi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dihebohkan aksi salah seorang penumpang pesawat yang bercanda membawa bom di  pesawat yang hendak terbang.

Walau hanya candaan, ulah orang tersebut tetap membuat heboh para penumpang lain. Candaan penumpang itu, juga sempat membuat aktivitas penerbangan ditunda selama beberapa menit.

"Ada pengumuman dari kapten pesawat bahwa pesawat seharusnya berangkat jam 7, sudah mau siap keluar. Namun, kata kapten, pengumuman bahwa ada satu pesawat yang ditahan 10 hingga 20 menit," ucap seorang jurnalis Liputan6.com, Petra, yang kebetulan saat itu akan terbang ke JakartaRabu (8/3/2017).

Tak lama setelah pengumuman disampaikan, seorang pramugari mengatakan penyebab ditundanya penerbangan karena ada salah seorang penumpang di pesawat lain bercanda membawa bom saat sudah berada di pesawat.

"Tindakan penumpang itu membuat pesawat harus diisolasi untuk sementara, itu kata si pramugari," kata Petra yang akan terbang dari Bali menuju Jakarta.

Petra pun mengaku melihat salah satu pesawat yang diduga ditumpangi oleh penumpang yang bercanda membawa bom itu, diderek oleh mobil keamanan bandara. Terlihat anggota TNI dan Polri terlibat dalam aksi tersebut.

"Ada pesawat yang diderek, sepertinya itu pesawat yang didalamnya si penumpang yang ancam becanda bawa bom," kata Petra.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Bandara Gusti Ngurah Rai mengaku hingga kini belum mendapat kabar adanya penumpang yang bercanda membawa bom di salah satu maskapai penerbangan.

"Kami belum dapat detailnya. Akan kami telusuri. secepatnya dikabari ya," ucap Humas Bandara Ngurah Rai, Ari Ahsan, saat dihubungi Liputan6.com.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya