BUMN Keroyokan Bangun Stasiun Terpadu Jalur‎ Jakarta-Sukabumi

Saat ini sudah ada 8 BUMN yang menyatakan komitmen untuk merealisasikan rencana proyek Stasiun Terpadu untuk jalur kereta Jakarta-Sukabumi.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 03 Mar 2017, 09:46 WIB
Petugas mengecek gerbong peti kemas di jalur kereta api Stasiun JICT Tanjung Priok yang terletak di samping gate in-out bersama (gate gallery) terminal peti kemas JICT-TPK Koja, Jakarta, Jumat (13/1). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian BUMN mendorong perusahaan plat merah untuk bersinergi membangun Transit Oriented Development (TOD) atau Stasiun Terpadu untuk jalur kereta Jakarta-Bogor-Sukabumi.

Deputi Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo mengungkapkan, saat ini sudah ada 8 BUMN yang menyatakan komitmen untuk merealisasikan rencana Kementerian BUMN tersebut.

‎Adapun 8 BUMN tersebut adalah PT KAI (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Perum Perumnas dan PT Jasamarga (Persero) Tbk serta PT PP (Persero) Tbk .

"Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian BUMN untuk mendukung program pemerintah dalam mengembangkan pembangunan tata kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi sehingga menciptakan suatu kota yang efisien‎," kata dia dalam keterangannya, Jumat (3/3/2017).

TOD merupakan suatu konsep pembangunan transportasi yang bersinergi dengan tata ruang guna mengakomodasi pertumbuhan baru dengan memperkuat lingkungan tempat tinggal dan perluasan pilihan maupun manfaat, melalui optimalisasi jaringan angkutan umum massal, seperti bus dan kereta api.

Gatot menjelaskan, untuk pelaksanaan, konsep TOD akan dilaksanakan pada wilayah kerja DAOP I dahulu, Selain memberikan manfaat ekonomi, implementasi TOD juga memberikan manfaat sosial.

Manfaat tersebut diantaranya adalah meningkatkan kualitas hubungan sosial antar anggota masyarakat, menciptakan suasana lingkungan yang aman dan sehat, mengurangi polusi udara dan ketergantungan pada kendaraan pribadi, mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor, mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

"Di samping itu, dengan adanya kawasan transit, masyarakat memiliki ruang publik terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktifitas sosial bersama-sama," tambah Gatot.

Pembangunan lahan parkir, lahan komersial, dan rumah susun yang terintergrasi dengan fungsi stasiun kereta, merupakan salah satu pengembangan fungsi stasiun dengan prinsip TOD sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Sehingga kota Jakarta dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya di tengah tuntutan kepadatan penduduk dan mobilitas perkotaan yang sangat tinggi," pungkasnya. (Yas/nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya