PM Australia Akan Tetapkan Tanggal Pemilu

Perdana Menteri Australia Julia Gillard menemui Gubernur Jenderal Quentin Bryce di Gedung Pemerintah di Canberra, Sabtu (17/7), untuk meminta izin mengadakan pemilu.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Juli 2010, 11:23 WIB
Liputan6.com, Canberra: Perdana Menteri Australia Julia Gillard secara resmi menemui Gubernur Jenderal Quentin Bryce di Gedung Pemerintah di Canberra, Sabtu (17/7), untuk meminta izin mengadakan pemilu. Setelah itu, ia akan menggelar konferensi pers pada tengah hari, mengumumkan tanggal perkiraan pemilu yang rencananya dilaksanakan pada 21 atau 28 Agustus mendatang.

Kendati demikian, pemimpin oposisi Tony Abbott dari  Partai Liberal Nasional telah melepaskan tembakan pertamanya dalam berkampanye. "Kepercayaan hanya akan pulih dengan membuktikan dari waktu ke waktu, bahwa koalisi memiliki tangan yang mapan di mana keamanan pekerjaan rakyat, gaji, dan kondisi dapat lebih aman," ujar Abbot dalam sebuah konferensi.

Sementara gerakan mengejutkan akan menjadi pukulan bagi Partai Buruh, yang menggunakan hubungan industrial sebagai senjata kunci melawan koalisi. Menteri Layanan Keuangan Chris Bowen mengatakan, pemilu akan bersaing dengan sangat ketat, tetapi Buruh masih bisa menang.(AP/AYB)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya