YLKI Survei Keluhan Penumpang Transjakarta

Survei YLKI terhadap 3.000 pengguna bus Transjakarta menunjukkan hal yang paling dikeluhkan adalah terlalu lama menunggu di halte, masih kerap terjebak macet, keamanan, dan kenyamanan yang kurang maksimal.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Juli 2010, 13:30 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mensurvei 3.000 pengguna bus Transjakarta. Hasil jajak pendapat menunjukkan hal yang paling dikeluhkan adalah terlalu lama menunggu di halte, masih kerap terjebak macet, keamanan, dan kenyamanan yang kurang maksimal.

Hingga kini, baru terdapat 426 unit bus Transjakarta yang melayani rute sepanjang 143 kilometer. Padahal di India, sebagai perbandingan, trayek sejauh 22 kilometer dilayani 1.300 lebih armada.

Dampaknya, para penumpang harus berlama-lama antre menunggu di halte dan berjejalan di dalam bus. Kemudian, muncul kisah ketidaknyamanan seperti pencopetan, atau bahkan pelecehan seksual.

Soal pelecehan seksual, pemerintah bisa dibilang tegas. Belakangan, polisi menahan Noor Idham, pelaku pelecehan seksual di dalam Transjakarta jurusan Pulogadung-Kalideres. Noor dijerat pasal tentang pelecehan seksual dan perbuatan tidak menyenangkan karena telah memegang daerah sensitif korban dengan sadar [baca: Lagi, Pelecehan di Bus Transjakarta].

Banyaknya persoalan dan keluhan penumpang di Transjakarta, membuat YLKI mendesak pemerintah untuk menuntaskannya sebelum menaikkan tarif busway. Jika kinerja busway tidak diperbaiki, boleh jadi sebagian warga Ibu Kota memilih kendaraan pribadi ketimbang Transjakarta. Bila demikian, mudah ditebak, kemacetan pun tetap menjadi santapan sehari-hari.(ASW/ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya