Tinggalkan 5 Hal Ini Agar Karier Anda Makin Cemerlang

Ternyata 5 hal sepele ini harus Anda tinggalkan, agar karier kian cemerlang.

oleh Adinda Tri Wardhani diperbarui 21 Feb 2017, 19:27 WIB
Ternyata 5 hal sepele ini harus Anda tinggalkan, agar karier kian cemerlang.

Liputan6.com, Jakarta Dalam dunia kerja dan karier, ada hal-hal sepele yang harus Anda buang jauh-jauh demi kesuksesan. Karena tanpa disadari ternyata dapat mengganggu. Repotnya lagi kalau hal-hal ini sudah jadi kebiasaan. Akan dibutuhkan usaha lebih untuk meninggalkannya.

Tapi demi masa depan dan karier yang lebih baik, perlu usaha dulu ya. DuitPintar.com telah merangkum 5 hal yang harus Anda buang jauh-jauh supaya karier semakin mulus.

Sibuk memikirkan pakai baju apa hari ini

“Nanti ke kantor pakai baju yang mana ya? Yang ini kayaknya udah dipakai minggu lalu, harus yang beda dong tiap 2 minggu.” Ingat, Anda ini karyawan, bukan model.
Sibuk memikirkan hal seperti ini justru bisa mengurangi produktivitas. Coba lihat orang-orang sukses seperti Steve Jobs, Mark Zuckerberg, dan Bill Gates. Tak jarang, mereka terlihat memakai baju yang sama saat berbicara di depan publik.

Contoh lain, Albert Einstein juga selalu memakai jas abu-abu yang sama karena tak mau buang-buang waktu memikirkan mau pakai baju apa. Lebih baik memikirkan untuk berinovasi kan?

Seorang konsultan bernama Dan Schawbel pernah mengatakan bahwa publik figur cenderung konsisten dalam urusan pakaian. Mereka ingin pakaian yang sering mereka gunakan menjadi identitas diri. Tapi jangan lantas seperti tokoh kartun juga, yang pakai baju sama setiap episode. Ganti baju itu penting. Berpikir lama hanya untuk menentukan mau pakai baju apa, itu baru salah.

Terlalu sensitif untuk urusan kerja

Terlalu sensitif dalam urusan kerja itu jelas tak baik. Anda harus bisa membedakan mana yang urusan pribadi dan yang profesional.

Ketika Anda menerima kritik dari seseorang, jangan lantas itu membuat Anda berkecil hari. Ujung-ujungnya tak mau bertemu dengan rekan kerja yang sering mengkritik Anda dan tak mau membalas emailnya juga. Alhasil Anda akan dinilai tak profesional.
Dalam urusan kerja, kritik itu biasa dan Anda pun bisa mengkritik orang lain. Jangan sampai konflik di ranah kerja merambah ke hubungan pribadi Anda dan rekan kerja.

Sibuk memikirkan ingin makan apa

Banyak yang tak sadar kalau kita sering menghabiskan waktu hanya untuk memutuskan mau makan apa. Baru juga datang pagi ke kantor sudah sibuk memikirkan nanti siang makan apa. Kalau Anda food blogger ya mungkin itu wajar, perlu dipikirkan karena mereview makanan adalah bagian dari pekerjaan.

Yang lebih menyita waktu lagi adalah ketika Anda mau makan di luar bersama dengan rekan kerja. Proses memutuskan mau makan apa semakin lama karena tiap orang punya keinginan yang berbeda-beda. Bisa-bisa belum juga mulai makan, jam makan siang sudah selesai.

Perkara sepele seperti ini harusnya bisa diselesaikan dalam sekejap. Pesan saja makanan lewat OB atau bawa bekal dari rumah. Tak perlu repot lagi kan mikir mau makan apa dan di mana?

Sibuk menanti kapan gajian
Baru saja gajian, sudah sibuk memikirkan gajian bulan depan yang masih lama. Bagaimana mau fokus kerja kalau begini kasusnya? Tujuan bekerja itu untuk hidup. Uang gaji perlu diprioritaskan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Kalau sudah gajian, seharusnya Anda bisa semangat lagi untuk bekerja. 

Sibuk membuat rencana akhir pekan

Hari Jumat belum juga tiba, tapi pikiran sudah melayang memikirkan akhir pekan mau jalan ke mana dan dengan siapa. Ujung-ujungnya selama bekerja yang dipikirin soal liburan, bukan kerjaan.

Coba dikurangi memikirkan hal yang tak terlalu penting seperti ini. Hangout itu tidak salah, tapi yang utama tetap saja bekerja. Sibuk membuat rencana hangout sampai lupa mencapai target selama sebulan tentu gawat. 

Wajib diperhatikan, memikirkan 5 hal ini tak sepenuhnya salah. Yang bahaya adalah kalau Anda terlalu sibuk memikirkannya sampai menyita waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk bekerja dan mengejar karier dengan baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya