Tewas demi Emas, Jasad Penambang Liar Berjam-jam di Dasar Sungai

Butuh waktu berjam-jam untuk mengangkat jasad penambang liar di lokasi tambang emas liar.

oleh Bangun Santoso diperbarui 16 Feb 2017, 22:31 WIB
Aktivitas penambangan emas liar di sungai Batanghari, Jambi. (Bangun Santoso/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jambi - Aktivitas penambangan emas liar di Jambi kembali memakan korban. Adalah Samoel (45), warga Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, ditemukan tewas saat mencari butiran emas di sungai.

Berdasarkan informasi, peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu, 15 Februari 2017, sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelum kejadian, Samoel bersama dua temannya baru saja beristirahat siang usai mencari emas dengan cara menyelam di Sungai Benuang.

Usai istirahat, Samoel kembali menyelam ke dasar sungai. Usai menyelam, Samoel tak kunjung muncul ke permukaan. Merasa curiga, kedua teman Samoel sesama penambang liar berupaya mencari dengan cara menyelam.

Saat itulah, tubuh Samoel ditemukan terjepit batu besar di dasar sungai. Namun, samoel ditemukan sudah tak bernyawa.

Kapolsek Pamenang, AKP Sampe Nababan membenarkan kejadian tersebut. "Tewas di lokasi penambangan emas, terhimpit batu napal besar di dasar sungai," ujar Sampe di Merangin, Kamis (16/2/2017).

Saking besarnya batu yang mengimpit korban terpaksa harus ditarik menggunakan mobil. Karena sulit, jasad Samoel baru bisa dievakuasi pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIB atau beberapa jam setelah ditemukan rekannya.

Usai dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

Kematian Samoel menambah daftar panjang para tumbal penambangan emas liar di Provinsi Jambi. Kejadian paling heboh adalah meninggalnya 11 penambang liar di Merangin pada akhir 2016 lalu. Pemprov Jambi mencatat, sepanjang 2016 sudah ada 22 korban meninggal dunia akibat penambangan emas liar.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya