Kepala BPK Minta Gubernur DKI Terpilih Bisa Kurangi Kemiskinan

Banyaknya penduduk yang tinggal di Jakarta menjadi tantangan tersendiri siapa pun yang memenangkan Pilkada DKI 2017.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 16 Feb 2017, 07:16 WIB
Ilustrasi Pilkada DKI 2017.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI 2017 di TPS 01 di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Usai mencoblos, ‎dia menyampaikan beberapa harapannya terhadap siapa saja pasangan peserta pilkada yang akan memenangkan pesta demokrasi.

‎Salah satunya, soal pengentasan kemiskinan. Harry berharap gubernur baru yang terpilih tersebut bisa mengurangi angka kemiskinan di DKI Jakarta.

"‎Di DKI siapapun yang akan menjadi pemimpin harus bisa mengurangi itu. Misalnya si A, gubernur dilantik angka kemiskinan sekarang 1.000 orang, selama 5 tahun angka kemiskinan menjadi 1.500 secara tegas saya katakan dia gagal sebagai gubernur," kata Harry di TPS 01, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).

Menurut dia, DKI menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kepemimpinan yang cukup kompleks. Banyaknya penduduk yang tinggal di Jakarta menjadi tantangan tersendiri siapa pun yang memenangkan Pilkada DKI 2017.

‎Terlebih, anggaran yang dialokasikan ke DKI Jakarta cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal itu yang harus menjadi tanggung jawab para gubernur untuk mengalokasikannya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Salah satu ukuran yang saya sampaikan waktu dulu di DPR, suksesnya pemimpin itu, angka kemiskinan menurun, angka pengangguran menurun, kesenjangan pendapatan atau gini rasio menurun dan angka indeks pembangunan manusia itu naik. Jadi ada ukurannya," papar Harry.

Sementara saat ditanya pendapatnya soal ketiga sosok calon gubernur dalam Pilkada DKI 2017, Harry menilai masing-masing individu memiliki kekurangan dan kelebihan. Untuk itu, masyarakat perlu jeli dalam memilih.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya