Pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Dorong Penguatan Bursa Asia

Penguatan bursa Asia mengikuti penguatan bursa Amerika Serikat yang mampu mencetak rekor tertinggi.

oleh Arthur Gideon diperbarui 15 Feb 2017, 08:30 WIB

Liputan6.com, Tokyo - Bursa asia menguat pada awal perdagangan Rabu menyusul Wall Street yang mampu mencetak rekor setelah Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen mengeluarkan pernyataan mengenai suku bunga. Nilai tukar dolar AS juga ikut menguat pada perdagangan hari ini.

Mengutip Reuters, Rabu (15/2/2017), Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen pada pagi ini, menuju level tertinggi dalam 19 bulan terakhir. Indeks Nikkei Jepang juga naik 1 persen dan Indeks Australia menguat 0,9 persen.

Penguatan bursa Asia ini mengikuti bursa di AS. Nasdaq Composite Index naik 0,32 persen untuk menetap di level 5.782,57. Sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,45 persen untuk menutup di level 20.504,41 dan S&P 500 naik 0,40 persen ke level 2.337,58.

Kenaikan Wall Street ini setelah Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen memberika isyarat kemungkinan besar The Federal Reserve (the Fed) akan menaikkan suku bunga pada bulan depan. 

Menurut Yellen, kenaikkan suku bunga pada Maret tersebut memang sudah sesuai dengan rencana kebijakan moneter Bank Sentral AS. Jika kenaikan tersebut ditunda maka justru akan merusak kebijakan moneter yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kepala Analis IG Melbourne Chris Weston menjelaskan, pelaku pasar benar-benar menunggu komentar dari Yellen. "Jika komentar tersebut terlalu lama keluar akan sangat tidak bijaksana bagi pelaku pasar," jelas dia.

Pernyataan dari Yellen tersebut juga ikut mendorong penguatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Dolar AS naik terhadap yen Jepang dan juga Euro.

Pada perdagangan kemarin, bursa Asia juga menguat  terpicu spekulasi Jika Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen akan menyampaikan kemungkinan kenaikan suku AS lebih lanjut di hadapan kongres. (Gdn/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya