Tangkap Gadis 16 Tahun, Polisi Prancis Gagalkan Plot Teror ISIS

Polisi Prancis menangkap 4 orang diduga ISIS. Tiga pria dewasa dan gadis 16 tahun.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 10 Feb 2017, 22:59 WIB

Liputan6.com, Paris - Aparat Prancis menggagalkan plot teror. Empat orang ditangkap di sejumlah kota di Prancis, tiga pria dewasa dan gadis 16 tahun. Mereka diduga terkait ISIS

"Polisi Prancis menggagalkan serangan dalam waktu dekat di tanah Prancis," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Prancis seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/2/2017).

Mereka yang ditangkap diduga sedang menyiapkan serangan teror dan merakit bahan peledak.

Polisi menemukan bukti berupa bahan peledak yang baru dirakit sebagian, demikian pernyataan yang dibuat atas nama Menteri Dalam Negeri Bruno Le Roux.

Para terduga teroris sedang memulai membuat TATP, bom berdaya ledak tinggi, serupa dengan yang pernah digunakan dalam teror di Paris dan Brussels, Belgia.

Seorang sumber mengatakan, salah satu tersangka diketahui telah menyatakan kesetiaannya pada ISIS.

Penangkapan dilakukan di Montpellier, Clapiers, dan Marseillan. Sebelumnya, investigasi telah dilakukan selama dua minggu oleh kantor Jaksa Penuntut Umum Paris bekerja sama dengan polisi yudisial Montpellier, yang didukung kekuatan kepolisian pusat.

Mendagri Le Roux memuji kerja para penyelidik yang mengarah pada penahanan. "Tiga di antara mereka yang ditangkap langsung dikenakan sangkaan mempersiapkan serangan kekerasan terhadap wilayah kita."

Pengumuman tersebut disampaikan seminggu setelah seorang tentara menembak seorang pria yang mengacungkan kapak di dekat Museum Louvre di Paris.

Aparat Prancis menginvestigasi insiden tersebut sebagai kasus dugaan teror setelah polisi melaporkan, pelaku -- pria 29 tahun asal Mesir yang tinggal di Uni Emirat Arab sempat meneriakkan 'Allahu Akbar' dalam aksinya yang melukai seorang serdadu.

Prancis menerapkan status darurat sejak serangan teror pada November 2015 -- di mana 130 orang tewas dan ratusan lain terluka.

Kala itu, serangan teror terkoordinasi terjadi di sebuah gedung konser, luar stadion, dan kafe.

Sementara, pada Januari 2016, 17 orang tewas dalam serangan di kantor media Prancis Charlie Hebdo, toko bahan makanan kosher, dan daerah pinggiran Prancis Montrouge.

Pada Juli 2016, seorang warga Tunisia menabrakkan truk 20 ton ke kerumunan orang di Promenade des Anglais, Nice, selama Hari Bastille. Sebanyak 86 orang tewas dan 200 lainnya cedera.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya