Aksi Heroik Pemuda NTT Selamatkan Ibunya Tenggelam di Laut

Pemuda NTT panik mendengar ibunya mau tenggelam. apa yang dilakukan?

oleh Ola Keda diperbarui 06 Feb 2017, 13:01 WIB
Pemuda NTT

Liputan6.com, Kupang - Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT), Abubakar Tong (25), melakukan aksi menggetarkan saat perahu nelayan yang ditumpangi ibunya tenggelam. Dia nekat berenang ke laut untuk menyelamatkan ibunya, Mustafia Tong (56).

Perahu nelayan yang ditumpangi ibunya itu menuju Kabupaten Rote Ndao, NTT, pada Jumat 3 Februari 2017. Nahas, perahu tenggelam, sekitar pukul 15.30 WITA.

"Saya yang antar ibu ke perahu menuju Rote. Tiba-tiba mama telepon kalau perahu mau tenggelam," ujar Abubakar kepada Liputan6.com, Minggu (5/1/2017).

Begitu mendengar kabar tersebut dia panik dan langsung berlari ke pantai. Ternyata benar, perahu nelayan yang ditumpangi ibunya sudah tenggelam karena hantaman gelombang tinggi akibat badai.

Saat itu, dia menelepon pihak Tim SAR tetapi tidak direspon. Cemas akan keselamatan ibunya, Abubakar nekat terjun ke laut dan berenang melawan arus menuju perahu.

"Saya tidak tahu harus berbuat apa, nyawa ibu saya sedang terancam dan itu di depan mata. Saya ambil keputusan harus menolong ibu saya. Beruntung gelombang memukul perahu hingga mendekat ke pantai. Alhamdulilah, ibu saya selamat dari badai itu," kata Abubakar.

Setelah berhasil menolong ibunya, Abubakar terkapar lemas karena kelelahan dan kram. Tim SAR yang tiba di lokasi bersama warga lain serta pihak kepolisian langsung mengevakuasi seluruh korban lainnya ke Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang, NTT. Saat ini, ketujuh korban perahu tenggelam sudah keluar dari rumah sakit.

Sebuah perahu nelayan berkekuatan 2 GT, milik Mashar (45) warga Desa Palela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, NTT dihantam gelombang tinggi saat hendak berangkat dari Kupang menuju Kabupaten Rote Ndao, Jumat 3 Februari 2017, sekitar pukul 15.30 Wita.

Perahu yang mengangkut tujuh penumpang itu tenggelam usai dihantam ombak. Seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang untuk mendapat perawatan.

Joko, kapten kapal menuturkan, ia bersama enam korban lainnya hendak kembali ke Rote Ndao setelah menjual ikan di Kota Kupang, NTT. Saat tiba di tengah laut, perahu nelayan yang dikemudikannya dihantam gelombang tinggi hingga dinding perahu bocor.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya