Reaksi Ahok Saat Ketua MUI Sebut Dirinya Menghina Ulama

Mendengar pernyataan Ma'ruf, Ahok tampak menunduk lesu. Sesekali Ahok membenarkan letak kacamatanya yang ikut turun.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 31 Januari 2017, 15:20 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan penasehat hukumnya disela sidang lanjutan di Auditorium Kementan, Jakarta, Selasa (31/1). Sidang kedelapan ini menghadirkan lima saksi dari JPU, salah satunya Ketua MUI. (Liputan6.com/Pool/Seto Wardhana)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menjadi saksi pertama yang memberi keterangan pada sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang digelar di Auditorium Kementan, Selasa (31/1/2017).

Pada sidang kedelapan ini, di depan majelis hakim, Ma'ruf menyebut hasil pengkajian dan investigasi MUI menyimpulkan Ahok telah menista Alquran dan menghina ulama.

Menurut Ma'ruf, ucapan Ahok "dibohongi pakai Almaidah" berarti Ahok mengatakan Al Maidah 51 adalah alat untuk membohongi orang.

"Ucapan itu adalah penodaan agama karena (Ahok) memosisikan Alquran sebagai alat menyebar kebohongan. Dan yang (biasa) menyampaikan ayat itu kan ulama, maka kesimpulannya penodaan Alquran dan ulama," ujar Ma'ruf di depan majelis hakim.

Mendengar pernyataan Ma'ruf tersebut, Ahok tampak tertunduk. Sesekali Ahok membenarkan letak kacamatanya yang  turun.

Setelah hakim menanyai Ma'ruf, giliran tim kuasa hukum Ahok yang mencecar Ma'ruf Amin letak penghinaan ulama di kalimat Ahok.

"Di mana letak menghina ulama?" tanya kuasa hukum Ahok.

"Karena biasanya yang menafsirkan Alquran adalah ulama," jawab Ma'ruf.

Mendengar jawaban Ma'ruf, Ahok yang semula menyimak dengan duduk tegak kembali menunduk. Sesekali dia membaca BAP Ma'ruf.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya