Liputan6.com, Jakarta: Setiap Hari Bhayangkara diperingati, nama mantan Kapolri Jenderal Polisi Purnawirawan Hoegeng Iman Santoso selalu diperbincangkan. Sosok Hoegeng identik dengan karakter polisi yang bersih dan sederhana.
Lantaran sikapnya yang jujur dan tegas, Hoegeng menjadi legenda di kepolisian. Di tangan sang Jenderal, pelaku kejahatan tak berkutik. Bahkan perwira polisi yang terlibat kasus kejahatan dilibasnya. Hoegeng yang antisuap pun tak jarang mengembalikan pemberian dari keluarga atau pihak-pihak tertentu.
Keberanian Hoegeng membuat dirinya diberhentikan dari jabatan Kapolri. Kondisi sebaliknya justru terjadi saat ini. Sejumlah pejabat kepolisian terlibat kasus mafia pajak. Malah, muncul persoalan rekening milik beberapa perwira yang menimbulkan kecurigaan.
Apakah benar-benar nyata guyonan yang selama ini didengungkan untuk menyindir perilaku polisi yang menyimpang, "Hanya ada dua polisi yang tidak bisa disuap, yakni Hoegeng dan polisi tidur." Inilah tantangan Polri sekarang. Di tengah keterbatasan sumber pembiayaan dan sumber daya manusia, Polri dituntut melahirkan Hoegeng-Hoegeng baru.(OMI/YUS)
Lantaran sikapnya yang jujur dan tegas, Hoegeng menjadi legenda di kepolisian. Di tangan sang Jenderal, pelaku kejahatan tak berkutik. Bahkan perwira polisi yang terlibat kasus kejahatan dilibasnya. Hoegeng yang antisuap pun tak jarang mengembalikan pemberian dari keluarga atau pihak-pihak tertentu.
Keberanian Hoegeng membuat dirinya diberhentikan dari jabatan Kapolri. Kondisi sebaliknya justru terjadi saat ini. Sejumlah pejabat kepolisian terlibat kasus mafia pajak. Malah, muncul persoalan rekening milik beberapa perwira yang menimbulkan kecurigaan.
Apakah benar-benar nyata guyonan yang selama ini didengungkan untuk menyindir perilaku polisi yang menyimpang, "Hanya ada dua polisi yang tidak bisa disuap, yakni Hoegeng dan polisi tidur." Inilah tantangan Polri sekarang. Di tengah keterbatasan sumber pembiayaan dan sumber daya manusia, Polri dituntut melahirkan Hoegeng-Hoegeng baru.(OMI/YUS)