Pakar Siber: Jangan Tergiur Rayuan Hacker

Hati-hati, jangan tergiur dengan rayuan orang yang tak bertanggung jawab. Bisa hacker atau penyebar hoax.

oleh Iskandar diperbarui 21 Jan 2017, 12:01 WIB
Hacker alias peretas merupakan orang yang ahli dalam hal menerobos masuk ke dalam sistem keamanan jaringan komputer milik seseorang

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, tersebar pesan broadcast yang beisi undangan untuk bergabung ke BBM Channel palsu. Pesan broadcast itu menjanjikan pengguna akan selalu menerima update terbaru secara otomatis. Bahkan, pengguna ditawari akses BBM cuma-cuma tanpa kuota.

Pakar keamanan siber dan kriptografi Pratama Persadha mengimbau, jangan tergiur dengan rayuan orang yang tak bertanggung jawab (bisa hacker atau penyebar hoax).

"Ini yang bahaya, apalagi kita orang yang fakir kuota. Kalau ada tawaran gratis akses tanpa kuota, sebagian dari kita langsung tergoda. Hal seperti ini patut diwaspadai," kata pria yang juga menjabat sebagai Chairman CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) kepada Tekno Liputan6.com, Sabtu (21/1/2016).

Ia mengimbau kepada pengguna, jangan mudah tergoda dengan broadcast palsu. Terlebih, pengguna BBM tidak tahu channel tersebut valid atau tidak. Ia menegaskan bahwa pihak yang membuat BBM Channel itu adalah orang yang tak bertanggung jawab.

"Konsep BBM dulu kan hanya chatting, sekarang berubah fungsi menjadi media. Nggak usah buka media lain, semua tersentralisasi di BBM. Mau ngapain-ngapain udah ada di BBM semua. Nah, dengan berubah fungsinya BBM, semua orang bebas bisa bikin channel, ini kaya semacam fanpage kalau di Facebook, tujuan utama dia (orang tak bertanggung jawab) mencari user banyak," terang Pratama.

Yang patut diwaspadai, tambahnya, channel palsu itu kemarin sudah mencapai lebih dari 4 juta member. Kalau dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab bisa disebarkan malware, trojan, virus, dan lainnya.

"Semua data transaksi internet banking bisa dicuri oleh hacker. Bahkan data pengguna, termasuk nomor telepon bisa dijual ke perusahaan keuangan, semua data personal riskan dijual," tukasnya.

Pun demikian, Pratama menenangkan pengguna untuk tidak panik dan khawatir. Ia menjelaskan, bila ada pengguna yang terlanjur bergabung di channel palsu tersebut bisa keluar dengan mudah.

"Kalau terlanjur join sih bisa keluar. Semoga pengguna yang tergabung menjadi member channel palsu itu tidak meng-klik tautan aneh atau membuka gambar sembarangan," tutup Pratama.

Baca juga: Begini Cara Keluar dari BBM Channel Palsu

(Isk/Cas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya