Beli Cabai Rawit Rp 6 Ribu Cuma Dapat Segini

Semenjak harga cabai melambung, masyarakat mengurangi pembeliannya.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 13 Jan 2017, 13:31 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Harga cabai rawit merah di Pasar Senen, Jakarta Pusat, terpantau masih tinggi, yaitu sekitar Rp 120 ribu per kilogram (kg). Harga cabai sempat turun ke angka Rp 100 ribu per kg tetapi kemudian kembali naik. Akibat harganya yang mahal, masyarakat mengurangi pembelian cabai.

Salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Senen, Saiful (30) mengungkapkan, harga cabai rawit merah semalam kembali naik menjadi Rp 120 ribu per kilo. Padahal dua hari lalu, kata dia, harga bumbu dapur ini turun menyentuh Rp 100 ribu per kg.

"Ini semalam naik lagi jadi Rp 120 ribu per kg. Cabai mah cepat naiknya pagi harganya segini, sore bisa naik Rp 10 ribu-Rp 15 ribu per kg. Beruntungnya, di sini cabai belum sampai Rp 150 ribu per kg," ucap dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Sementara harga cabai ‎rawit hijau masih stabil Rp 70 ribu-Rp 80 ribu per kg, kriting merah Rp 60 ribu per kg, kriting hijau Rp 30 ribu per kg, serta cabai merah dan hijau besar masing-masing Rp 30 ribu setiap kilonya.

"Cuma harga cabai rawit merah yang kayak harga daging," tegas pedagang yang sudah berjualan 20 tahun ini.

Saiful mengaku, membeli cabai rawit merah ‎dari tengkulak sebesar Rp 100 ribu per kg. Harga tersebut naik dari sebelumnya Rp 90 ribu per kg. Kemudian dijual lagi oleh Saiful seharga Rp 120 ribu karena memperhitungkan risiko busuk, susut, dan lainnya.

Semenjak harga cabai melambung, ‎diakuinya, masyarakat atau pelanggan mengurangi pembeliannya. Contoh dari biasanya membeli 1 kg cabai, menjadi seperempat atau setengah kilo saja. Saking mahalnya komoditas ini, Saiful sampai kerap menolak pembelian cabai Rp 5 ribu.

"Banyak yang beli cabai cuma Rp 5 ribu, kadang saya tolak, kadang kasihan juga sih. Tapi mau bagaimana lagi, tidak tutup modal kalau segitu. Satu ons saja Rp 12 ribu, setengah ons Rp 6 ribu dapatnya sedikit doang, kalau Rp 5 ribu berarti cuma berapa biji," keluhnya.

Salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Senen, Jakarta Barat, Saiful (30).

Akibat harga cabai makin mahal, Saiful bilang, penjualannya mengalami penurunan. Omzetnya anjlok sampai 30 persen. "Daya beli masyarakat lagi turun, harga kebutuhan naik terus, jadilah sepi pembeli. Omzet turun 30 persen setelah tahun baru," paparnya.

Dia berharap, pemerintah dapat segera mencari solusi supaya harga cabai kembali turun dan stabil. Sebab Saiful memperkirakan harga cabai berpotensi merangkak naik lagi karena cuaca masih hujan terus.

"Susah ini turun harga cabai. Mau imlek, puasa, Lebaran. Jadi pemerintah perlu turun tangan," harap Saiful. (Fik/Gdn)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya