Solo dan Sekitarnya Rawan Narkoba

Sejumlah lapas jadi pusat pengedaran narkoba.

oleh Liputan6 diperbarui 13 Jan 2017, 21:51 WIB
Ilustrasi Narkoba

Liputan6.com, Semarang - Direktur Reserse Narkotika Polda Jawa Tengah Kombes Krisno H Siregar menyatakan daerah Solo dan sekitarnya merupakan wilayah paling rawan peredaran narkotika dan obat terlarang (narkoba) di provinsi ini.

"Solo dan sekitarnya paling rawan peredaran gelap narkotika," kata Krisno di Semarang, , dilansir Antara, Kamis, 12 Januari 2017.

Dia meminta partisipasi masyarakat agar melaporkan jika mengetahui adanya peredaran gelap barang haram tersebut.

Dalam sepekan terakhir, Direktorat Reserse Narkotika Jawa Tengah meringkus dua pengedar sabu di wilayah Solo dan Sragen. Dari penangkapan dua pengedar tersebut juga diamankan barang bukti sekitar 80 gram sabu serta puluhan butir ekstasi.

Dua tersangka yang ditangkap masing-masing VS yang ditangkap di rumahnya di Jalan Rinjani Barat, Mojosongo, Kota Solo, dan S yang diringkus di rumahnya di Desa Tlebengan, Kabupaten Sragen.

Dari tangan VS diamankan sabu seberat 50 gram, sementara dari S diamankan sabu seberat 30 gram.

Krisno mengungkapkan jaringan kedua pengedar tersebut dikendalikan narapidana penghuni lembaga pemasyarakatan. Namun, ia enggan mengungkapkan penghuni LP mana yang mengendalikan bisnis sabu tersebut.

Kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM berkaitan dengan dugaan napi yang mengendalikan bisnis haram tersebut.

"Kami sudah datangi lapas-lapas yang disebut banyak mengendalikan peredaran gelap narkotika," katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya