Astronom Lacak Sinyal Asing dari Luar Angkasa, Dikirim Alien?

Sinyal yang berhasil dilacak ini diperkirakan berasal dari galaksi kerdil yang memiliki jarak sekitar tiga miliar tahun cahaya

oleh Agustinus Mario Damar diperbarui 06 Jan 2017, 12:20 WIB
Galaksi Frankenstein (Sumber: Mirror)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang astronom bernama Casey Law berhasil melacak sebuah sinyal yang dikirim dari ruang angkasa. Pelacakan ini menjadi keberhasilan perdana manusia untuk mengetahui fenomena yang lebih dikenal sebagai 'fast radio burst' (FRB) tersebut.

Melalui pengumuman beberapa waktu lalu, Law menyebut sinyal yang diberi nama FRB 121102 ini berasal dari galaksi kerdil yang memiliki jarak sekitar tiga miliar tahun cahaya.

Keberhasilan pelacakan ini juga tak lepas dari semburan yang cukup sering, hingga sembilan kali semburan. Bahkan, menurut Law, beberapa di antaranya begitu terang.

"FRB ini sangat murah hati," tuturnya seperti dikutip dari CNET, Kamis (5/1/2016). Lantas, berasal dari mana sinyal yang dikirimkan tersebut? Ternyata, para peneliti tak pernah berpikir bahwa sinyal ini berasal dari alien. 

Hipotesis paling mungkin adalah sinyal ini berasal dari bintang neutron teramat kuat yang sering disebut Magnetar. Karena itu, faktor alien atau kehidupan asing di luar Bumi sebagai sumber sinyal dapat dikesampingkan. 

Faktor lain yang juga membuat penjelasan bukan alien sebagai pengirim sinyal ini adalah jarak. Apabila benar sinyal ini dikirimkan oleh kelompok kehidupan cerdas di luar Bumi, berarti kehidupan itu seharusnya sudah lebih canggih. 

Sebagai perbandingan, dengan sinyal yang membutuhkan waktu sekitar tiga miliar tahun cahaya, ada kemungkinan peradaban di wilayah tersebut jauh lebih mumpuni. Padahal, Bumi sendiri saat itu mungkin masih berada di tahap awal munculnya kehidupan. 

Kendati demikian, menurut President Messaging Extra-Terrestrial Intelligence International Douglas Vakoch, tindak lanjut dari temuan sinyal ini akan dilakukan secara hati-hati. 

Terlebih, sampai saat ini tak ada tanda bahwa sinyal itu dikirimkan oleh sebuah teknologi asing. Untuk langkah selanjutnya, para astronom akan memanfaatkan fasilitas observasi SETI Boquete Optical di Panama.

(Dam/Isk)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya